PALOPO, metro-pendidikan.com — Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo, Steven Hamdani, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, mahasiswa, peserta aksi unjuk rasa, hingga keluarga korban dari kedua belah pihak atas insiden bentrokan yang terjadi di halaman kantor Perumda TM.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Steven melalui pernyataan sikap manajemen Perumda TM.
Ia mengakui insiden yang terjadi saat aksi demonstrasi itu telah menimbulkan keprihatinan, ketidaknyamanan, serta mengganggu suasana kondusif di lingkungan kerja.
“Atas nama direktur dan seluruh jajaran manajemen Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo, kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Kota Palopo, rekan-rekan mahasiswa dan seluruh peserta aksi unjuk rasa, para keluarga korban dari kedua belah pihak,” ungkap Steven dalam pernyataan resminya.
*Siap Mediasi dan Evaluasi Internal*
Sebagai pimpinan BUMD pelayanan publik, Steven menyatakan pentingnya menjaga profesionalisme dan menyediakan ruang penyampaian aspirasi yang aman serta bermartabat.
Oleh karena itu, ia menyatakan terbuka untuk melakukan komunikasi, dialog, hingga mediasi secara humanis guna memulihkan rasa persaudaraan dan kepercayaan publik.
Meski mengedepankan pendekatan kekeluargaan, Steven menegaskan mediasi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan proses hukum yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
Pihaknya menghormati penuh penanganan hukum yang adil, objektif, dan profesional dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
Guna memastikan kejadian serupa tidak terulang, manajemen Perumda TM berkomitmen melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Evaluasi mencakup mekanisme penerimaan aspirasi, komunikasi publik, pengamanan lingkungan kerja, hingga pembinaan sikap profesional seluruh pegawai.
Steven pun memastikan Perumda TM tetap fokus menjalankan tugas utamanya dalam memberikan pelayanan air bersih yang optimal bagi seluruh warga Kota Palopo.
*Laporan : (Arifin /red)_*






