PALOPO, metro-pendidikan.com — Aksi unjuk rasa menuntut penuntasan krisis air bersih yang digelar Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya di depan Kantor Perumda Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Kota Palopo berakhir ricuh, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Sebanyak 10 mahasiswa peserta aksi diduga menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan karyawan dan petugas keamanan perusahaan daerah tersebut yang tampak emosional.
Kericuhan bermula saat massa aksi menyampaikan orasi sambil membakar ban di depan gerbang kantor. Situasi kemudian memanas ketika seorang karyawan keluar dan diduga melakukan provokasi dengan menendang baskom milik demonstran.
Karyawan tersebut juga diduga mendorong hingga mencekik salah seorang mahasiswa. Insiden itu kemudian memicu bentrokan yang melibatkan puluhan karyawan lainnya. Bahkan, karyawan yang berada di dalam kantor dilaporkan berlarian keluar dan melakukan pemukulan terhadap peserta aksi.
Akibat kejadian tersebut, seluruh demonstran yang berjumlah 10 orang disebut mengalami kekerasan fisik. Bahkan, salah seorang mahasiswa dilaporkan dilempar ke dalam selokan drainase di sekitar lokasi.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LK-KPK) Komisi Cabang Kota Palopo menegaskan, aksi tersebut tidak perlu berakhir ricuh andaikan karyawan Perumda Tirta Mangkaluku dapat menahan diri dan berkomunikasi secara responsif dengan kepala dingin.
“Karena ada seorang yang diduga tiba-tiba menendang baskom, itu yang menyulut emosi adik-adik mahasiswa. Tapi justru karyawan perusahaan air bersih tersebut tampak lebih emosional lagi hingga bersikap brutal,” ujarnya.
*Laporan : Tim Redaksi*






