GURU PINRANG TEMBUS KAMPUS DUNIA! SATU-SATUNYA WAKIL SULSEL DI SIMPOSIUM MONASH UNIVERSITY

SELANGOR, MALAYSIA, metro-pendidikan.com — Riaesty Dian Pertiwi Hashary, S.Pd., M.M.Pd., guru SMAN 1 Pinrang, tampil sebagai presenter di *Literacy and Numeracy Microcredential Program Symposium 2026* di Monash University Malaysia, Selasa (3/11/2026). Ia satu-satunya wakil Sulawesi Selatan di antara 14 penerima beasiswa penuh dari 30 guru peserta se-Indonesia.

Riaesty merupakan salah satu dari 12 peserta bidang numerasi. Dalam simposium itu, ia memaparkan materi berjudul *”From Knowledge to Agency: What Can Teachers and Learners Now Do?”*

Inti paparan Riaesty, numerasi tidak berhenti pada kemampuan menghitung, tetapi berlanjut pada bernalar, mengambil keputusan, dan bertindak. Guru diposisikan sebagai perancang pembelajaran kontekstual, misalnya mengubah soal abstrak menjadi tugas berbasis pemetaan lokasi nyata dan motif batik lokal. Siswa pun diajak memilih strategi dan mempertahankan keputusannya dengan data.

Simposium ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Monash University, dengan pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Beasiswa Non Gelar 2026. Pematerinya dosen Monash University Australia, antara lain Dr. Tanya Davies dan Prof. Gillian Kidman.

Dalam sesi Participant Showcase, peserta memamerkan inovasi pembelajaran beserta bukti penerapannya dalam format gallery walk. Sesi refleksi kemudian dibagi menjadi kelompok literasi dan numerasi.

Plt. Kepala SMAN 1 Pinrang, *Maqbul, S.Ag., http://M.Si., M.Pd.,* menyatakan bangga dan mendukung penuh capaian tersebut, Kamis (5/11).

“Prestasi Ibu Riaesty adalah kebanggaan seluruh warga SMAN 1 Pinrang. Kami berharap ini menginspirasi guru dan siswa untuk terus belajar, berinovasi, dan berani bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, *Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd.,* menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Ibu Riaesty adalah salah satu guru terbaik di Sulawesi Selatan dalam inovasi pembelajaran. Keberhasilannya mewakili daerah di forum internasional membuktikan bahwa guru kita mampu berkompetisi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan,” kata Baharuddin.

Perwakilan Kemendikdasmen, *Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom., M.M.,* menegaskan bahwa hasil simposium tidak boleh berhenti pada diskusi. Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus diterapkan di kelas dan dibarengi empati terhadap kesenjangan akses pendidikan.

Dengan bekal pengalaman internasional ini, Riaesty diharapkan menjadi pemantik semangat guru-guru lain di Sulawesi Selatan, sehingga inovasi numerasinya menjangkau lebih banyak kelas di Pinrang dan sekitarnya.

Laporan: Amran Affandi*

Pos terkait