Tim Kolasejar Dari UNM Laksanakan Pengabdian Masyarakat Tingkatkan Aksesibilitas bagi Murid Tunanetra Di SLB-A Yapti Makassar

Makassar-metro-pendidikan.com. Sejarah merupakan  ilmu yang sangat penting bagi perkembangan manusia, budaya, serta teknologi yang sudah dapat kita nikmati seperti saat ini. Namun, masih banyak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) terutama di Kota Makassar masih minim dalam memperoleh pembelajaran sejarah.

Demikian diungkapkan Subu B., S.Pd., Kepala SLB-A Yapti Makassar. Bahkan, dia mengatakan, anak-anak di sekolah ini umumnya mengalami keterbatasan pada materi khususnya. “Termasuk murid SLB perlu diberi sejarah daerah dengan metode pembelajaran yang lebih kompleks dan menyenangkan”, ujarnya di hadapan Tim Kolasejar (Sekolah Kolaboratif Peduli Sejarah) dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Subu B mengatakan, Tim Kolasejar memilih SLB-A Yapti Makassar sebagai tempat melakukan pengabdian bertujuan mengembangkan inovasi dalam bentuk memberikan aksesibilitas bagi pelajar tunanetra agar dapat memperoleh pembelajaran mengenai sejarah, khususnya sejarah Kota Makassar. Mereka melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) A Yapti Makassar.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada 1 sampai 13 Juli 2024 bertempat di Gedung Aula SLB-A Yapti Makassar di Jl. Kapten Pierre Tendean Blok M, Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tim Kolasejar yang terdiri dari Andi Balqis Mutiara Asizah, Maura Sabrina Taufiq, Ibnu Ammar Al-Resky, Muhammad Syarif dan Lindasari. Tim ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Dr. Valentino Aris, S.Kom., MM. yang merupakan Dosen Program Studi Bisnis Digital UNM.

“Pelaksanaan kegiatan ini, kami mengembangkan buku braille dan website audio book yang akan memberikan akses pembelajaran sejarah yang lebih baik dan berkualitas bagi pelajar tunanetra”, jelas Dosen Pendamping Valentino Aris.

Sementara itu, Ketua Tim Kolasejar, Andi Balqis Mutiara, menjelaskan, pihaknya melaksanakan kegiatan ini karena sesuai hasil observasi awal menunjukkan bahwa murid di SLB ini mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami sejarah daerah Makassar.

Masalahnya, lanjut Andi Balqis, media pembelajaran terkait sejarah mayoritas berupa buku teks yang tidak bisa dibaca oleh pelajar tunanetra. “Dasar inilah, sehingga kami dapat mengembangkan buku braille yang bisa dibaca oleh pelajar dengan penglihatan normal dan juga dapat dibaca oleh pelajar tunanetra. Kami juga berharap dengan pemahaman sejarah yang baik, pelajar-pelajar tunanetra dapat lebih memahami akar budaya mereka sebagai warga yang tinggal di Kota Makassar”, ujar Andi Balqis.

Maura, Anggota Tim Kolasejar, menambahkan, selain mengembangkan buku braille, timnya juga mengembangkan website audio book untuk mempermudah pelajar tunanetra dalam belajar sejarah.
Untuk mengakses audio book ini juga cukup mudah, dimana pada buku braille terdapat barcode yang dapat di scan kemudian akan langsung diarahkan menuju website audio book.

“Semua konten yang ada pada audio book ini dikembangkan dan diciptakan oleh Tim Kolasejar. Kegiatan ini telah dibuka dan disosialisasikan pada 1 Juli 2024. Nanti akan dilakukan pelatihan selama 5 hari mulai tanggal 3 sampai 12 Juli 2024”, ucap Maura.

Pada pelatihan ini siswa-siswi tunanetra di SLB-A Yapti akan diberikan pembelajaran sejarah dengan tema pakaian adat, tempat atau lokasi bersejarah di Kota Makassar, tarian dan alat musik dari Kota Makassar, makanan khas Kota Makassar dan sejarah pahlawan yang berasal dari Kota Makassar.

Pada puncak acara ini, Tim Kolasejar akan mengadakan Festival Sejarah dan Budaya Kota Makassar dimana pada kegiatan ini, siswa-siswi SLB-A Yapti akan menampilkan bakatnya yang terkait dengan sejarah di Kota Makassar. Tim Kolasejar juga mengajak segenap masyarakat Kota Makassar bergabung di kegiatan kami untuk bersama-sama meningkatkan aksesibilitas bagi pelajar tunanetra di Kota Makassar.

Harapan kami adalah melalui kegiatan ini, aksesibilitas pembelajar sejarah bagi pelajar tunanetra dapat lebih terbuka”, kata Tim Kolasejar lainnya dalam tempat sama. **

Laporan : Darwis Jamal Takdir

Pos terkait