Kolaka Utara.metro-pendidikan.com. Atas dukungan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolaka Utara telah memberi ruang bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam upaya mengembangkan serta melestarikan Tari Ttadisional Tolaki yang pernah eksis pada masa lalu.
Dalem masyarakat Kolaka Utara mengenal Tari Tradisional Tolaki, yakni Tari Malelepa, Tari Mondotambe dan Tari Mombesara. Disadari bahwa khasanah warisan budaya leluhur ini, nyaris punah seiring dengan dinamika dan perkembangan kebudayaan modern yang kerap membuat tari tradisional kian sulit menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari jati diri dalan suatu komunitas, etnis atau masyarakat yang memiliki nilai budaya tinggi.
Pentingnya pelestarian tari tradisional tersebut, diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka Utara, Hasrianda, SE, M.Si. Bahkan, ia kepada media ini melalui chat pribadinya dalam satu group WhatsApp keluarga mengatakan, Pemkab Kolaka Utara akan terus mendorong serta memberi kesempatan kepada putra daerah yang concern terhadap pengembangan dan pelestarian tari tradisional yang pernah ada dan eksis di Kolaka Utara (dulu Kolaka), Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Di Dinas Pendidikan ada bidang kebudayaan yang memang kita beri perhatian khusus terkait pelestarian sejumlah tari tradisional, antara lain tari melelepa. Dalam waktu dekat ini, ananda Ulmy Nabila Rumra akan menggelar kegiatan edukasi. Tentu kami di Dinas Pendidikan siap menfasilitasi dengan harapan agar tari tradisional tersebut dapat bangkit dan eksis kembali di Kolaka Utara”, demikian Hasrianda sembari menyebutkan komitmen Pemkab Kolaka Utara.
Harapan dan komitmen Pemkab Kolaka Utara itu, dapat ditindaklanjuti setelah para pegiat tari tradisional binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut, sebut saja Ulmy Nabila Rumra bersama kawan-kawan menerima bantuan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulseltra) untuk menggelar Lokakarya Tari Tradisional Tolaki : Tari Melelepa,Tari Mondotambe dan Tari Mombesara, rencana digelar selama tiga hari mulai tanggal 2, 3 dan 4 Oktober 2025 bertempat di Taman Literasi & Adipura Kabupaten Kolaka Utara.
Lokakarya dengan tema, “Melestarikan Tari Tradisional Sebagai Sebuah Solusi Membentuk Karakter Anak Bangsa Ditengah Gempuran Pengaruh Negatif Sosial Medis’. Ulmy Nabila Rumra, S.Sn selaku peng inisiator dan penyelenggara kegiatan tersebut mengatakan, dirinya memang fokus dan concern terhadap sejumlah Tari Tradisional Tolaki yang pernah ada di wilayah Kolaka Utara dan secara umum Sulawesi Tenggara.
“Setelah kami melakukan penelusuran dan mengkaji berbagai sumber terhadap sejumlah tari tradisional di daerah ini. Rupanya sarat nilai kehidupan serta memberi makna betapa penting harmonisasi antara manusia dan alam”, ungkap Ulmy yang kerap disapa Nabila.
Tidak hanya itu, dalam pandangan dia, tarian ini lahir sebagai bentuk apresiasi dan respon terhadap keharmonisan antara manusia dengan alam juga sebagai simbol kebersamaan dan nilai budaya.
Dia juga mengungkapkan, kalau khusus Tarian Melelepa yang sedang berjalan proses validasi untuk menjadi salah satu warisan budaya tak berbenda yang ada di Kolaka Utara.
“Kami memberikan ruang bagi anak-anak didik untuk membuka mata bahwasanya di daerah kami tercinta sudah terbentuk salah satu tarian yang akan menjadi simbol kesederhanaan, kebersamaan serta keharmonisan antara manusia dan lingkungan”, jelas alumnus Fakultas Seni UNM Makassar ini.
“Adanya bina lokakarya Tari Tradisional Tolaki ini, kami mengharapkan keberlanjutan yang akan positif nantinya serta menjadi media pelestarian dan edukasi budaya serta dapat diketahui serta diakui bahwasanya nilai-nilai budaya yang ada daratan Sulawesi Tenggara tidak pernah pudar dan selalu mengudara”, ujarnya.
Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih dukungan.Pemkab Kolaka Utara dan bantuan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan. “Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata putra daerah bahwa pelestarian budaya tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lahir dari inisiatif masyarakat dan generasi muda”, tandas Ulmy Nabila Rumra.
Peserta lokakarya Tari Tradisional Tolaki kali ini akan diikuti sekitar 45 siswa merupakan utusan dari SMA/SMK atau sederajat se-Kabupaten Kolaka Utara. Sedangkan nara sumber, antara lain Ulmy Nabila Rumra dan sejumlah pegiat/sanggar seni tari di Kolaka Utara.
Laporan : Darwis Jamal Takdir






