Jakarta.metro-pendidikan.com. Tensi politik di internal Partai NasDem Sulawesi Selatan berada titik klimaks setelah kader senior sekaligus pengusaha asal Luwu Raya, Putri Hamda Dakka, mendatangi NasDem Tower di Jakarta pada Senin (23/2/2026).
Kedatangan Putri Hamda Dakka bertujuan untuk menyerahkan surat resmi yang ia sebut sebagai “surat cinta” langsung kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlawanan atas keputusan DPW NasDem Sulsel yang mencoret namanya dari daftar Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sulsel III.
Putri Dakka menilai pencoretan namanya dalam Rapat Konsolidasi DPW NasDem Sulsel di Makassar pada 13 Februari lalu adalah tindakan sewenang-wenang dan tidak taat asas demokrasi.
Berikut beberapa poin pembelaan yang disampaikan: Hak Konstitusional: Sebagai peraih 53.700 suara sah pada Pileg 2024, Putri menegaskan bahwa menurut PKPU Nomor 3 Tahun 2025, ia adalah ahli waris kursi lowong yang ditinggalkan oleh Rusdi Masse Mappasessu (RMS) yang berpindah partai.
Bantahan Isu KTA Ganda, ia menepis tudingan Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, mengenai ketidakloyalannya. Putri mengonfirmasi bahwa foto KTA partai lain yang beredar adalah palsu, menunjuk pada kesalahan data tahun lahir (tertulis 1967, padahal ia lahir 1987).
Mengenai pencalonannya di Pilkada Palopo melalui partai lain (PDIP, PAN, dan PPP), ia mengklaim hal tersebut dilakukan atas sepengetahuan dan persetujuan RMS.
Dalam suratnya, Putri juga memaparkan upaya penjatuhan reputasi melalui penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polda Sulsel pada Desember 2025 atas laporan istri RMS.
Namun, ia menekankan bahwa status tersebut telah gugur setelah keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 13 Februari 2026 karena kasus tersebut tidak terbukti.
“Ini merupakan contoh demokrasi yang tidak taat asas. Bertentangan dengan Manifesto Partai NasDem yang berorientasi pada publik, sehingga harus ditolak,” tegas Putri Dakka di hadapan media.
Untuk memperkuat permohonannya, Putri melampirkan sebuah buku berjudul “BaktiKu untukMu NasDem”. Buku tersebut merinci kontribusi nyata yang telah ia berikan untuk membesarkan partai, di antaranya:
Hibah armada bus dan ambulans operasional partai.
Pendanaan saksi dan bantuan pemenangan caleg di wilayah Luwu Utara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPP Partai NasDem belum memberikan pernyataan resmi terkait respons Surya Paloh atas “surat cinta” tersebut. **ril***
Laporan : Arifin Muha






