Gowa-metro-pendidikan.com. Upaya memberi bekal ilmu dan pengalaman praktis kepada masyarakat terkait pengurusan jenazah, Penyuluh Non PNS Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa menggelar pelatihan pengurusan jenazah, bertempat di Masjid Nurul Qalbi, Dusun Tanetea, Desa Bontosunggu, Bajeng, Rabu (29/5/2024).
Kegiatan ini disampaikan Muslimin, S.Sos, penyuluh non PNS KUA Kecamatan Bajeng. Bahkan, dia mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut lebih pada upaya memberikan bekal ilmu dan amalan ibadah praktis kepada masyarakat agar dapat memahami kewajiban mengurus jenazah yang benar sesuai syariat Islam.
“Kegiatan praktek pengurusan jenazah ini kami lakukan sebagai bekal bagi masyarakat khususnya para anggota majelis taklim untuk mengambil peran dalam mengurus jenazah”, ujar alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar ini.
Menurut Muslimin, pelatihan pengurusan jenazah penting bagi setiap pribadi muslim sangat penting. Namun, penyelenggaran jenazah mulai proses memandikan, mengkafani, menshalati hingga dan menguburkan merupakan fardhu kifayah dalam Islam.
Muslimin mengaku, sukses pelatihan pengurusan jenazah tersebut telah ditemani sejumlah rekan penyuluh non PNS KUA Bajeng lainnya. “Termasuk juga kami dibantu ibu Dra Hj Muliaty sebagai nara sumber dengan materi praktis. Karena objek dan sasaran pelatihan pengurusan jenazah kali ini adalah ibu-ibu majelis taklim, sehingga lebih tepat kami hadirkan pemateri perempuan”, jelas Muslimin yang menyelesaikan studi S1 di Fakultas Dakwah dan Komunikasi tahun 2021.
Pada pelatihan pengurusan jenazah kali ini, Muslimin menyebutkan diikuti lebih dari 10 orang, semuanya adalah ibu Majelis Taklim At-Taqwa Bajeng. Mereka diberikan materi pelatihan mengenai tata cara mengurus jenazah mulai dari memandikan dan mengkafani secara detail”, ujarnya.
Tidak hanya itu, peserta pelatihan juga mendapat materi praktek, sebagai pegangan ketika terjun langsung ke masyarakat dalam melakukan praktek pengurusan jenazah.
“Kami dari Majelis Taklim At-Taqwa sangat bersyukur dan berterima kasih, meski agak telat difasilitasi dan diwadahi, namun tidak mengurangi atensi dalam mewujudkan kegiatan pengurusan jenazah ini”, tukas Ketua Majelis Taklim At-Taqwa Hj Nurliah.
Apalagi sekarang, katanya, minat warga untuk mengurusi jenazah masih rendah ditambah lagi kurangnya sumber daya manusia.” Kami berharap kepada ibu majelis taklim yang mengikuti pelatihan tersebut dapat mengimplementasikan langsung ilmunya ketika dibutuhkan di masyarakat”, tandas Hj.Nurliah.
Harapan serupa, juga diungkapkan Muslimin. Hanya saja, dia menambahkan melalui kegiatan ini dapat lebih meningkatkan eksistensi dan peran penyuluh agama dalam pelayanan sosial keagamaan di Kecamatan Bajeng.**
Laporan : Darwis Jamal Takdir






