Makassar.metro-pendidikan.com. Ngaji Online Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar lewat zoom adalah bagian dari kegiatan kolaboratif yang melibatkan sejumlah divisi, yakni Divisi Pengkajian & Penelitian, Divisi Penerbitan & Publikasi dan Divisi Pemberdayaan Alumni.
Usulan ngaji online melalui aplikasi zoom sebetulnya datang dari Prof Wahyuddin Halim saat mengikut rapat dilaksanakan oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) Ikatan Alumni Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar pelan lalu di Restoran Sandeq Seafood, Jl Pengayoman Makassar.
Bagi dosen Prodi Studi Agama-Agama ini bahwa ngaji online tidak perlu butuh tempat atau lokasi tertentu seperti halnya menggelar seminar dengan membentuk kepanitiaan kegiatan. Namun cukup saja membuat aplikasi atau link dan pelaksanannya pun juga tidak terlalu menyita waktu dan menguras tenaga.
“Kegiatan ngaji online bisa dilaksanakan secara bersama-sama bahkan dapat melibatkan beberapa divisi, antara lain pengkajian, publikasi dan pemberdayaan alumni. Pada kegiatan ini agak ringan, tapi manfaatnya sangat positif dan konstruktif dalam mengaktualkan tradisi pemikiran dan menghidupkan khasanah intelektual, juga sekaligus menyambung silaturahmi, saling membagi kebahagiaan serta melepas kerinduan sesama alumni”, jelas Prof Wahyuddin Halim.

Merespon siapa yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar ini mengaku, tidak sulit dan cukup kita berdayakan alumni FUF terutama para guru besar yang masih mendedikasikan diri dan aktif mengajar baik dalam negeri maupun luar negeri.
Usulan kegiatan itu, disambut baik peserta rapat terutama dari pimpinan rapat Prof Dr Mahfudz Muhsin, M.Th.I dan Ketua Umum BPC IKA FUF UIN Alauddin Makassar Dr H Muhammad, M.Ag. Bahkan, H Muhammad yang juga Kepala Kementerian Agama Kota Makassar ini justru mendorong dan mengharapkan agar kegiatan yang diusulkan oleh kanda Prof Wahyuddin Halim dapat direalisasikan beberapa hari ke depan.
“Lebih baik lagi kalau kanda Wahyuddin Halim sendiri yang menjadi nara sumber atau pembicara pada kegiatan perdana tersebut”, tukas H Muhammad kemudian diamini peserta rapat
Berselang satu pekan kemudian, IKA FUF UIN Alauddin Makassar mengundang para alumni melalui Ketua Umum IKA. Dr H Muhammad, M.Ag untuk bergabung ke “Ngaji online IKA FUF” Bersama Prof. Wahyuddin Halim, M.A., Ph.D dan Moderator Dr H Muhammad Irham, M.Th.I.
Kegiatan Ngaji Online digelar pada Jumat Tanggal 6 Februari 2026 Pukul 20.00-22.00 Wita. Ayo bergabung ke Zoom, Ngaji Online IKA FUF dengan tema, ” Keberagaman yang Bermakna dan Berdampak : Dari Teosentrik ke Antroposentrik dan Ekosentrik”.
Begitu link zoom dibuka, peserta yang mendaftar kurang lebih 70 orang, semua alumni FUF dan jajaran BPC IKA FUF UiN Alauddin Makassar. Mereka aktif dan saling interaktif bertanya kepada pembicara Ngaji Online tersebut.
Sejumlah peserta menyimak dan memuji bahasan kajian yang disampaikan oleh Prof Wahyuddin Halim. Karena waktu terbatas, tidak semua materi bisa diulas secara tuntas. Penyampaian materi dengan bahasa yang lugas, komunikatif dan sarat akademik, maka peserta bisa menarik kesimpulan bahwa tema kegiatan di atas menarik untuk difahami secara totalitas dalam upaya membangun kesadaran kemanusiaan dan kesadaran lingkungan (alam) tanpa mengabaikan kesadaran teologis (Tuhan) sebagai pusat segala sesuatu.
Jika term Teosentrik adalah menempatkan Tuhan sebagai substansi dan pusat dari segala sesuatu sekaligus sumber tertinggi ajaran moral. Maka term Antroposentrik menempatkan manusia secara holistik mencakup aspek biologis (fisik) dan sosial kultural (budaya, bahasa, adat istiadat) termasuk kearifan lokal sebagai obyek dan pusat kajian keilmuan khususnya filsafat tentang manusia.
Adapun term Ekosentrik adalah pandangan etika lingkungan (alam) yang menempatkan ekosistem termasuk komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (tanah, air, udara) sebagai pusat perhatian moral bagi kepentingan umat manusia.
Pemikiran filsafat dari sang putra kelahiran Belawa, Kabupaten Wajo ini, tidak bisa dinarasikan secara tuntas dan sempurna dalam laman berita tersebut mengingat keterbatasan karakter kata setiap pada setiap penulisan berita dan artikel di media online.
Meski begitu, Prof Wahyuddin Halim mengaku, peserta dalan mengikuti Ngaji Online IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat kali ini tampak antusias dan interaktif walau jaringan/layanan Wivi di sebagian rumah peserta ngaji online saat itu ada gangguan.
Bahkan, sebagian besar peserta ngaji online juga dapat mengusulkan (1) Selama Ramadhan ngaji online sebaiknya dilakukan satu kali sepekan yakni sesaat sebelum berbuka ibadah puasa. Setelah Ramadhan kembali dilakukan satu kali sebulan saja.
(2) Ustadz Dr Muhammad Agus Al Mangkosowi bersedia mengambil giliran pertama sebagai nara sumber ngaji online, jika sesuai waktunya, (3) Sebagai pemantik diskusi bisa di selang-seling alumni generasi tua dan muda. ***
Laporan : Darwis Jamal






