Palopo. metro-pendidikan.com. Anggota DPRD Luwu Timur, H.M. Siddiq BM, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah potongan video pernyataannya viral di media sosial. Video berdurasi 13 detik tersebut memicu gelombang sentimen negatif, terutama dari masyarakat Walenrang-Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu yang merasa perjuangan mereka dicederai.
Kronologi kejadian ini bermula saat Siddiq menghadiri rapat di DPRD Kota Palopo yang membahas Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Provinsi Luwu Raya dan rencana pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.
Namun, potongan video yang dianggap tidak utuh beredar luas dan memantik amarah warga. Kritik tajam bahkan datang dari Wakil Bupati Luwu, Muh. Devhy Bijak Pawindu. Melalui unggahan di media sosial, putra asli Walmas tersebut menyatakan bahwa pernyataan Siddiq sangat mencederai perjuangan para pendahulu.
“Statement anda (Siddiq) mencederai perjuangan para pejuang dan pendahulu kami pak dewan yang TERHORMAT,” tulis Devhy, Sabtu (7/2/2026).
Menanggapi kegaduhan tersebut, Siddiq menegaskan adanya mis informasi. Ia menyatakan bahwa apa yang disampaikan dalam rapat bukanlah opini pribadi, melainkan gambaran kondisi riil mengenai syarat administratif dan ekonomi yang menjadi catatan pemerintah pusat.
“Ada mis informasi yang membuat masyarakat bereaksi keras. Saya melihatnya sebagai bagian dari semangat masyarakat,” ujar Siddiq. Ia pun menambahkan bahwa dirinya mendukung penuh terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
Siddiq menawarkan solusi agar pembentukan Kabupaten Luwu Tengah tidak sekadar menjadi wacana yang membentur tembok moratorium. Menurutnya, Luwu Tengah harus memiliki basis wilayah yang kuat melalui konsolidasi daerah.
Beberapa poin usulan Siddiq antara lain:
Konsolidasi Wilayah: Mengusulkan penggabungan sebagian wilayah Seko, Rongkong, Sabbang, dan Sabbang Selatan untuk memperkuat syarat administratif.
Pengorbanan Wilayah: Menilai Luwu Tengah tidak bisa hanya mengandalkan enam kecamatan di Walmas jika ingin menjadi kabupaten yang kuat secara ekonomi.
Dia juga mengingatkan bahwa langkah ekstrem seperti menggugat moratorium pemekaran memiliki peluang keberhasilan yang kecil.
Siddiq mengajak masyarakat untuk mengarahkan energi kritik secara konstruktif. Baginya, pemenuhan seluruh persyaratan administratif adalah kunci utama agar cita-cita besar masyarakat Luwu Raya dapat segera terwujud tanpa hambatan regulasi di masa depan. **ssn***
Laporan : Arifin Muha






