Islamic Centre Palopo Mangkrak, Baharman Ajak Semua Pihak Beri Perhatian Demi Kepentingan Umat

Palopo.metro-pendidikan.com — Mantan anggota DPRD Kota Palopo, Baharman, menyayangkan mangkraknya pemanfaatan gedung Islamic Centre (IC) Palopo yang hingga kini belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Palopo dan sekitarnya.

Padahal, proyek tersebut menelan anggaran APBD lebih dari Rp 50 miliar. Bahkan,
Baharman menegaskan bahwa pembangunan proyek tersebut memiliki dasar hukum yang sah karena dibangun oleh pemerintah atas persetujuan DPRD periode lalu melalui mekanisme APBD.

“Dari tiga proyek raksasa yang sempat menjadi pemicu utang belanja hingga Rp 200 miliar lebih, tinggal Islamic Centre ini yang belum berfungsi. Sementara dua proyek lainnya, yakni Gedung Kesenian (Arena) dan Payung Raksasa, terbukti telah memberikan dampak positif terhadap eksistensi Palopo sebagai kota termodern kedua di Sulawesi Selatan,” ujar Baharman, Senin (27/7).

Ia mengingatkan, aset tersebut merupakan penyerahan dari almarhum Kamrul Kasim kepada Pemerintah Kota Palopo dalam bentuk Yayasan IC. Oleh karena itu, ia berharap bangunan tersebut dapat segera dioptimalkan fungsinya agar menjadi ikon baru Kota Palopo.

Baharman juga mengajak seluruh pihak untuk berbesar hati serta beri perhatian agar bisa melepaskan ego sektoral demi kemaslahatan bersama, sehingga keberadaan aset tersebut bernilai ibadah serta memberikan manfaat dunia dan akhirat.

“Pihak yang menghambat tentu akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Kami di legislatif saat itu sudah berusaha mendukung rencana pemerintah di era kepemimpinan Wali Kota Judas Amir melalui persetujuan APBD, meski pada akhirnya kebijakan tersebut meninggalkan konsekuensi berupa utang belanja,” tandas Baharman. **ril**

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait