Gowa.metro-pendidikan.com. Madrasah Islam Negeri (MIN) 1 Gowa, satu diantara dari enam madrasah dalam binaan Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan sedang fokus melakukan pembenahan dalam menghadapi lomba Adiwiyata (lingkungan sekolah yang hijau) tingkat nasional, rencana digelar tahun 2025 ini.
Demikian diungkapkan Kepala MIN 1 Gowa, Hj Masita, S.Pd, M.Pd kepada wartawan Metro Pendidikan Nasiaonal dalam suatu kesempstsn di ruang kerjanya. Enam madrasah itu, sebutnya, selain MIN 1 Gowa, juga MIN 2 Gowa, juga Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Gowa dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gowa dan dua sekolah lainnya mungkin dari kalangan pondok pesantren.
khusus MIN 1 Gowa, sambung Masita, pihaknya terus berbenah dengan dukungan dari pengurus komite sekolah termasuk orang tua murid. “Bagi MIN 1 Gowa, prestasi Adiwiyata sudah menjadi langganan tetap baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
Sekolah ini meraih adiwayata pertama tingkat Sulsel sejak 2016. Namun, SK-nya kembali diperpanjang (diperbaharui) oleh Kemenag Sulsel hingga tahun 2025 ini”, jelas Masita.
Dasar itulah, sebut Masita yang juga istri mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Dr H Firdaus, MIN 1 Gowa optimis meraih juara Adiwiyata tingkat nasional 2025 ini. Makanya, dukungan doa masyarakat Desa Panciro sangat diharapkan untuk meraih prestasi yang terbilang bergensi dan prestesius itu.
“Selama pembenahan, kita juga dibantu sejumlah orang tua murid dalam giat kebersihan baik dalam ruang kelas maupun halaman sekolah. Itu murni inisiatif mereka tanpa dipanggil, tak ada ajakan dari pihak sekolah”, jelas Masita yang dibenarkan Milawati, S.Pd, Guru Wali Kelas VI-3 MIN 1 Gowa dalam tempat sama.
Masita juga menyebutkan, dari 29 item yang menjadi kreteria Adiwiyata tingkat nasional sudah terpenuhi untuk masuk nominasi. Antara lain dan paling utama adalah lingkungan yang hijau, kebersihan, sanitas, ruang kelas indah, tertib administrasi dan bebas dari sampah, fasilitas UKS dan WC (kamar kecil) yang standar.
Masita yang menjadi Kepala MIN 1 Gowa sejak 2023 mengaku, merupakan sekolah berpretasi dalam berbagai bidang baik akademik maupun non akademik pada berbagai level yang ditorehkan oleh kepala madrasah sebelumnya.
“Begitu saya hadir di sekolah ini, tentu melakukan penataan proses belajar mengajar, saling menyempurnakan dan merawat prestasi tersebut terutama kualitas ou put yang masuk di sejumlah SMP unggulan dalam jumlah yang banyak dan tanpa test melalui jalur prestasi”, ungkap Masita.
Dia juga sadar bahwa memimpin madrasah yang sarat gengsi, prestasi dan unggul ini, banyak dinamika dan tantangannya. Siapa pun yang menjabat kepala madrasah ke depan, katanya, pasti mengalami hal serupa. Maklum MIN 1 Gowa telah memiliki prestise besar yang selalu membawa nama baik Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan di level nasional. **
Laporan : Darwis Jamal






