KUA Lau Gelar Program BRUS Tahap Pertama di MA Darussalam, Menjadi Pribadi Selaras Imtaq, Minsed dan Skil

Maros.metro-pendidikan.com. Melalui Pusaka, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lau, Kabupaten Bone menggelar kegiatan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), 2025 berlangsung kemarin di Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Barandasi Maros.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan spiritual dan karakter siswa untuk menyiapkan generasi muda yang berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan BRUS kali ini menyasar siswa kelas 10 dan 11 Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Maros.

Sambutan diawali kepala Madrasah Aliyah Darussalam Barandasi, Merna, M. Pd. I menyambut baik program BRUS yang dinilainya sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kedalaman nilai pendidikan dan kepribadian mulia.

“Kegiatan seperti ini menjadi sangat penting di tengah tantangan zaman yang begitu kompleks, anak-anak mesti dibekali dengan pengetahuan akademik, diperkuat dengan nilai-nilai spiritual, karakter mulia, dan sikap hidup yang positif, ” ujar Merna

Melalui program ini, lanjutnya, merasa yakin bahwa para siswa akan belajar banyak hal tentang bagaimana menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, jelasnya

Dalam sesi utama, Kepala KUA Lau, H Syamsuddin Caco, S. Ag, MM menyampaikan pesan motivasi yang menekankan pentingnya pengembangan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Siswa harus memiliki skill, sikap (attitude), karakter kuat, serta pola pikir (mindset) yang positif. Dengan bekal itu, mereka akan menjadi manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berguna bagi orang lain,” ucap H Syamsuddin.

Dia menekankan bahwa menghadapi tantangan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual semata. Dibutuhkan keselarasan antara keterampilan (skill), sikap (attitude), karakter, dan pola pikir (mindset) yang sehat.

Syamsuddin menjelaskan bahwa skill merupakan kemampuan teknis atau keahlian yang harus terus diasah sesuai perkembangan zaman. Attitude mencerminkan perilaku dan cara kita memperlakukan orang lain sebagai sebuah fondasi penting dalam kehidupan sosial. Karakter adalah jati diri yang dibangun melalui nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Sementara mindset, atau pola pikir, adalah cara pandang seseorang dalam melihat masalah dan peluang dalam hidup.

Menurut Syamsuddin, keempat aspek ini jika dikembangkan secara seimbang akan membentuk pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan dan bangsa.

Kepala KUA Lau juga mengajak para siswa untuk menjadi pelajar yang menjadikan setiap ilmu yang dipelajari sebagai bekal dalam membangun kehidupan yang berkah dan bermartabat. **Syamsir**

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait