Luwu Utara.metro-pendidikan.com. Kepala Madrasah Tsanawiyah DDI Masamba, Muhammad Zuljalali, S.Pd.I, M.Pd.I menyampaikan kata sambutan dalam Pelatihan Muballighah Muda Tingkat Dasar dan Lanjutan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Mujahidin DDI Masamba berkolaborasi dengan BKPRMI Kabupaten Luwu Utara, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini mengusung tema, “Peran Muballigh dan Muballighah sebagai Pelopor Dakwah Kreatif di Era Digital”. Kegita di hadiri Plt. Pendis Kementerian Agama kab.luwu Utara Amiruddin,S.Pd.I.,M.Pd.I dan Ketua BPKRMI Kabupaten Luwu Utara Andi Lalak Andi Lalak, S.Pd.,M.Pd.
Dalam sambutannya, Muhammad Zuljalali, S.Pd.I menegaskan bahwa dakwah saat ini menuntut kemampuan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya pemanfaatan media digital sebagai sarana penyebaran nilai-nilai Islam.
“Muballigh dan muballighah muda hari ini tidak cukup hanya pandai berbicara di mimbar, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan dakwah secara kreatif, santun, dan relevan melalui media digital. Inilah tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 212 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA hingga SMK. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat generasi muda untuk berperan aktif dalam dakwah Islam yang moderat dan inspiratif.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari Kamis 12 -Sabtu 14 Februari 2026 berlangsung di aula MIS Aisyah Balebo.
Muhammad Zuljalali menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pondok Pesantren Al-Mujahidin DDI Masamba dan BKPRMI Kabupaten Luwu Utara.
Menurutnya, sinergi lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan Islam merupakan kunci dalam melahirkan kader da’i dan da’iyah yang berkarakter, berilmu, dan berwawasan digital.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya melahirkan muballighah yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, serta kepedulian sosial dalam menyampaikan dakwah di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan ini dirancang dalam dua tingkat, yaitu dasar dan lanjutan, dengan materi yang meliputi teknik public speaking, penguatan materi dakwah, hingga strategi dakwah kreatif melalui media sosial.
Diharapkan, para peserta mampu menjadi pelopor dakwah yang sejuk, inovatif, dan menjawab kebutuhan umat di era digital. **
Laporan : Hasdir Anwar






