Maros.metro-pendidikan.com. Pada puncak momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maros, H. Muhammad Nur Halik, S.Sos., M.A., menyampaikan pesan yang sarat makna bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran Kemenag Maros.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Maros itu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan empat prinsip kepemimpinan sebagai pedoman dalam menjalankan amanah dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan instansi pemerintahan.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk melayani, membimbing, dan menumbuhkan semangat juang sebagaimana nilai-nilai kepahlawanan,” ujarnya.
Empat prinsip kepemimpinan yang dimaksud meliputi; (1) Sebagai pemimpin, menilai dan menegakkan aturan sesuai dengan kebijakan serta program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, demi mewujudkan tata kelola yang profesional dan berintegritas.
(2) Sebagai guru, berperan sebagai pembimbing dan sumber inspirasi dalam meningkatkan kompetensi serta semangat belajar ASN di lingkungan kerja. (3) Sebagai orang tua, menciptakan suasana kerja yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kasih sayang, sehingga seluruh pegawai merasa menjadi bagian dari keluarga besar Kemenag Maros.
(4) Sebagai sahabat, membuka ruang komunikasi yang hangat dan terbuka, mendengarkan aspirasi, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas.
Selain itu, H. Muhammad Nur Halik berharap agar seluruh ASN Kemenag Maros dapat meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun 2025:
“Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.” Dia juga dmenambahkan bahwa semangat kepahlawanan harus terus hidup dalam diri setiap ASN, baik dalam memberikan pelayanan publik yang prima maupun dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan harmonis di tengah masyarakat.
Menutup amanahnya, H Muhammad Nur Halik dalam menyampaikan pesan reflektif sejatinya dapat menggambarkan pentingnya membangun hubungan sosial yang positif dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat:
“Seribu teman terlalu sedikit bagi saya, satu musuh adalah terlalu banyak dosa dan lawan saya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat agar seluruh ASN Kemenag Maros senantiasa menjaga persaudaraan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam setiap langkah pengabdian. ***rep**
Laporan : Syamsir Nadja






