Dosen Dan Mahasiswa PWK Universitas Bosowa Makassar Susun Tata Ruang Desa & Aksi Tanam Pohon di Desa Timbuseng

Takalar.metro-pendidikan.com. Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sesuai program Tri Dharma Perguruan Tinggi, sejumlah dosen dan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik, Universitas Bosowa (Unibos) Makassar melaksanakan studi lapangan dan kerja bakti di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar. Kegiatan kolaboratif ini berlangsung selama tiga hari mulai Jumat sampai Ahad (25-27 Juli 2025).

Peserta studi lapangan dan bakti sosial kali ini berjumlah sekitar 70 orang, sebagian besar adalah mahasiswa Prodi PWK dan dosen PWK Unibos Makassar yakni Dr Ir Kamran Aksa, ST, MT (Ketua Prodi PWK FT Unibos), Muh Idris Taking, ST, M.SP, Ir Ilham Yahya, ST, M.SP, Dr Erwin Amri, ST, M.Si dan Rivbka, ST, MP.

Kamran Aksa mengatakan, Desa Timbuseng dipilih sebagai lokasi studi lapangan dan bakti sosial oleh dosen bersama mahasiswa Prodi PWK FT Universitas Bosowa Makassar, selain Desa Timbuseng masuk wilayah atau kawasan strategi nasional-Maminasata, juga Desa Timbuseng diharapkan dapat menjadi model yang memiliki regulasi sekaligus menjalankan tata ruang sendiri yang saling bersinergi dan menguatkan dengan Perda RTRW Kabupaten Takalar.

“Apalagi kami bersama tim dari Universitas Bosowa Makassar berhasil membuat Perda RTRW Takalar 2022 lalu, memang spirit regulasi tersebut harus ada penajaman di tingkat desa melalui tata ruang desa,” tandas Kamran Aksa yang didampingi Ilham Yahya di Kantor Desa Timbuseng, Ahad 27/7/2025).

Merespon hal itu, pihaknya lebih dulu melakukan survey dan wawancara terkait kondisi sarana prasarana dan isu potensi Desa Timbuseng. Kemudian dilanjutkan presentase atau pemaparan hasil survey tersebut melalui analisa akademik dengan tetap mengakomodasi berbagai saran dan masukan dari berbagai pihak, berlangsung dihadapan Pemerintah Desa Desa Timbuseng serta dihadiri berbagai elemen masyarakat desa setempat.

“Apabila paparan tersebut dianggap akomodatif dan representatif, kami akan dorong untuk pembuatan buku profil dan peta desa dalam rangka penyusunan tata ruang desa. Desa yang memiliki tata ruang sendiri niscaya bangunan serta permukiman warga/penduduk akan teratur dan tertib,” tambah Ilham Yahya yang baru saja terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Planologi 45-Bosowa Makassar.

Desa Timbuseng dengan areal persawahan yang cukup luas, menurut Ilham Yahya, perlu diatur dalam bentuk regulasi berupa tata ruang desa agar sawah-sawah produktif tidak boleh seenaknya disulap dengan bangunan baru. “Ini juga terkait kebijakan penguatan pangan yang menjadi skala prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar doktor bidang perencanaan wilayah dan kota ini.

Pada tempat sama, Kepala Desa Timbuseng, Kaharuddin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para dosen dan mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bosowa Makassar telah sukses melaksanakan studi lapangan dan bakti sosial di Desa Timbuseng selama tiga hari.

“Kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dengan memilih Desa Timbuseng, itu juga bagian dari kepercayaan perguruan tinggi kepada pemerintah dan masyarakat Desa Timbuseng termasuk Pemerintah Kabupaten Takalar,” katanya.

Apa pun hasil dan bentuk penyusunan tata ruang desa yang diinisiasi oleh para dosen dan mahasiswa Prodi PWK Unibos Makassar, “Kami selaku pemerintah desa siap menjalankan aturan tersebut demi kepentingan pemerintah dan masyarakat Desa Timbuseng sendiri yang lebih baik”, ucap Kaharuddin dengan nada terharu dan bangga.

Apalagi, lanjut Kaharuddin, Desa Timbuseng salah satu desa masuk kawasan strategi nasional yang dilalui publik menuju ke lokasi Wisata Ko’mara dan Bendungan Raksasa Pamukkulu Ko’mara. “Pemerintah Desa Timbuseng harus memulai menata bangunan baru dan memiliki Ruang Tata Hijau yang akan berfungsi menjadi paru-paru desa. Kami tunggu, detail naskah tata ruang desa, siap diterapkan,” harap Kaharuddin kepada wartawan media ini.

Dalam bakti sosial kali ini, juga dilakukan penyerahan bibit pohon jenis pucuk merah sebanyak 50 buah dan penyerahan lima unit ton sampah dari Ketua Prodi KWK Dr Ir Kamran Aksa kepada Kades Timbuseng Kaharuddin. Proses penyerahan tersebut disaksikan para dosen pendamping dan mahasiswa yang tergabung dalam panitia studi lapangan dan bakti sosial serta Himpunan Mahasiswa PWK FT Unibos Makassar 2025-2026.

Setelah penyerahan bibit pohon tersebut, dilanjutkan aksi penanaman secara simbolik berlangsung di halaman samping Kantor Desa Timbuseng, Ahad (27/7/2025) pagi. Secara berurut melalukan giat penanaman bunga tersebut adalah Ketua Prodi PWK Kamran Aksa, Kades Timbuseng Kaharuddin, Muh Idris Taking, Erwin Amri dan Rivbka. **

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait