Dituding Bebani Orang Tua Murid, Kepala MIN 1 Gowa Beri Klarifikasi : Tudingan Itu Tidak Benar dan Tak Ada Instruksi dari Sekolah

Gowa. metro-pendidikan.com. Ditengah keseriusan melakukan pembenahan menuju lomba Adiwiyata tingkat nasional tahun 2025 ini, Madrasah Islam Negeri (MIN) 1 Gowa diterpa isu kurang sedap. Pasalnya, ada oknum orang tua murid diduga sebar informasi ke sosial media (WhatsApp) bahwa pihak sekolah telah membebani orang tua murid terkait penataan dan pembenahan ruang kelas dalam bentuk pembelian cat dinding dan lain-lain.

Berikut narasi yang terungkap dari nomor WhatsApp (WA) 0882-0197-XXXX, “maaf saya dapat nomorta dari pak dusunšŸ™
Bisa diklarifikasi mengenai kegaduhan yang terjadi di min Gowa pak, dengan adanya permintaan dana dari pihak sekolah terhadap orangtua siswa untuk pembenahan ruang kelas…

…parahnya ada guru yang mematok jumlah sumbangan tetapi kami justru berfikir mengapa sedikit2 dibebankan ke orangtua siswa, bahkan sapu saja siswa yang disuruh, skrg disuruh lagi bawa beras dan telur, memang ini sekolah tidak dapat dana bos???…

…Tapi justru pihak sekolah salah satu guru menjawab, mohon maaf Bu memang kami berat untuk meminta ke orangtua, tapi mau diapa beginilah keadaannya sekolah kasian, jangankan pembenahan kelas, spidol saja hanya satu batang di bagi persemester ke guru, sapu, tinta, spidol, dll..semuanya serba dikurangi bahkan ada yang dihilangkan…

…Trus kami bertanya lagi, memangnya dana bos dikurangi Bu? Guru menjawab, sy kurang tau Bu Krn kewenangan kepala sekolah sekarang ini, yg serba tertutup lebih2 persoalan keuangan sekolah bendahara sja sudah beberapa kali diganti.
nampaknya ini sekolah tidak baik2 pak, mohon dikonfirmasi sebelum terjadi hal2 yang tidak sewajarnya.

Terhadap narasi yang bernada protes dan sepihak itu, wartawan dari Media Metro Pendidikan mencoba menemui Kepala MIN 1 Gowa, Hj Masita. S.Pd, M.Pd di ruang kerjanya, Rabu 20 Agustus 2025. Ia bahkan merespon cepat dan sekaligus memberi klarifikasi terhadap tudingan miring tersebut kerena dikhawatirkan akan jadi fitnah dan merusak citra baik sekolah.

“Tudingan itu tidak benar dan tak ada instruksi dari kepala sekolah terkait pungutan biaya pembelian cat untuk pembenahan ruang kelas”, tandas Masita yang didampingi Milawati, S.Pd Wali Kelas VI-3 MIN 1 Gowa.

Kecuali permintaan beras dan telur untuk siswa yang akan mengikuti Jambore Pramuka di Caddika, berlangsung 23 sampai 26 Agustus 2025. “Permintaan beras memang ada, ala kadanya saja, tidak ada paksaan, tidak sampai setengah liter per siswa. Itu melalui pendamping pramuka, bukan atas nama kepala sekolah, saya pikir untuk siswa sendiri”, tukas Masita.

Masita mengaku, memang ada pembenahan semua kelas untuk dilakukan pencetan dinding ruang kelas dalam persiapan menghadapi lomba Adiwiyata tingkat nasional tahun ini. Sekali lagi tidak ada permintaan dana kepada orang tua murid, apalagi instruksi dari kepala sekolah atau guru wali kelas terkait pengadaan dana dari orang tua murid.

“Justru sebaliknya sebagian besar orang tua murid yang menawarkan pengadaan cat ruang kelas, bahkan ada diantara orang tua murid datang ke sekolah dengan tulus ikut bergabung membersihkan ruang kelas”, ucap Masita yang diamini Milawati.

Meski begitu, lanjut Masita, mungkin ada segilintir oknum orang tua murid yang gagal faham terhadap kegiatan sekolah lalu protes dengan melempar isu di sosial media. “Saya bersama guru tidak mungkin melarang orang tua murid yang mau berpartisipasi di sekolah ini. Yang penting, sekolah tidak minta sesuatu apalagi membebani orang tua murid dengan alasan apapun”, pungkas Masita dengan nada memastikan.

Masita menegaskan, tidak ada kegaduhan, di sekolah ini, baik-baik saja. Juga tidak benar satu spidol digunakan satu kelas, itu tidak masuk akal. Kalau pun ada guru yang bergeser tugas di sekolah, itu juga bagian dari dinamika dan penyegaran dalam suatu unit kerja yang bertujuan untuk peningkatan kinerja dan profesionalitas.

Masita mengharapkan, sebaiknya orang tua murid baik dan bijak jangan terlalu cepat lempar isu di sosial media tanpa mengetahui sebenarnya kegiatan di sekolah. “Kalau ada masalah di sekolah dirasa beban bagi orang tua murid, silahkan ke sekolah, kami terbuka menerima siapa saja. Mari bangun komunikasi dengan pihak sekolah serta melibatkan partisipasi semua pihak. Di sini ada komite sekolah saling bersinergi dan berkolaborasi dengan kepala.sekolah dan guru,” tandas Masita yang menutup perbincangannya bersama jurnalis metro pendidikan.com. **

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait