Direktur PD Pontren Kemenag RI Puji Program Inkubasi Bisnis Pesantren Di Maros Miliki Prospek Cerah

Maros-metro-pendidikan.com. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Gafur, berkunjung di Kabupaten Maros, Sabtu (13/7/2024).
Agenda, memantau implementasi program inkubasi bisnis di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Bantimurung, Maros yang menjadi binaan pihak Kemenag Sulsel.

Lembaga pendidikan keagamaan ini, merupakan salah satu penerima manfaat program inkubasi bisnis di Kabupaten Maros dari pusat dengan spesifikasi keterampilan menjahit.

Program inkubasi bisnis merupakan salah satu upaya Kemenag untuk mewujudkan kemandirian pesantren.
“Ternyata di Maros ada pondok pesantren punya peluang, prospek cerah dan bisnis yang luar biasa, ibarat mutiara yang tersembunyi di balik batu karst,” ungkap Waryono Abdul Gafur dengan nada memuji saat berkunjung di Ponpes Manbaul Ulum, Bantimurung, Maros.

Dalam kunjungannya Ponpes tersebut, , Prof Waryono juga memberikan kiat dan trik upaya pengembangan bisnis pesantren yang sehat.Termasuk dia juga berjanji akan membantu pengembangan pesantren yang memiliki prospek cerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pondok Pesantren, Kemenag Sulsel Dr. Mulyadi, sangat mengapresiasi pengembangan bisnis dan menawarkan kerja sama kepada Pesantren Manbaul Ulum, Bantimurung, Maros untuk pengadaan seragam dan perlengkapan travel umrah.

Pada momen ini, Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Maros Muhammad Sunusi tampak mendampingi tamu penting dari Kemenag pusat dan Kemenag Sulsel ini selama dalam kunjungan kerja di Kota Turikale ini.
Selanjutnya, Direktur PD Pontren menyempatkan berkunjung di Taman Wisata Prasejarah Leang-leang dan Bantimurung.

Sukses Ponpen Manbaul Ulum, Bantimurung, Maros mengembangkan program inkubasi bisnis dengan spesifikasi ketrampilan menjahit, tak lepas dari kontribusi Kemenag Maros mendorong para pimpinan pesantren di daerah ini dapat berkolaborasi dengan lembaga bisnis dan ekonomi lainnya, termasuk perbankan untuk mendapatkan tambahan modal usaha dalam mewujudkan kemandirian pesantren. **hms**

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait