Gowa-metro-pendidikan.com. Kegiatan kelas menulis yang diselenggarakan oleh Program Studi AFI (Akidah dan Filsafat Islam) dinilai Dekan Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Muhaemin Latif, M.Th.I, M.Ed sebagai program akademik maha penting bagi pertumbuhan dan pengembangan tradisi intelektual para mahasiswa AFI di kampus UIN Alauddin Makassar.
Penilaian itu disampaikan Prof Muhaemin Latif saat membuka (opening speech) kegiatan kelas menulis diikuti sekitar lebih 40 mahasiswa yang merupakan perwakilan kelas dari Prodi AFI, berlangsung di Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar, Senin (1/7/2024).

Begitu maha penting kelas menulis, Prof Muhaemin memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Prodi AFI dimana menjadikan program tersebut sebagai wadah pengembangan tradisi intelektual dan khasanah pemikiran Islam bagi adik-adik mahasiswa jurusan Akidah dan Filsafat Islam.
“Dari kegiatan kelas menulis tersebut, kita harapkan akan hadir dan muncul penulis handal dan bertalenta tinggi baik berskala nasional maupun internasional”, tukasnya.
Dalam hemat dia, sebetulnya, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat khususnya AFI memilki potensi besar untuk menulis berupa tulisan ilmiah, penulisan buku dan artikel lainnya termasuk literasi.
“Makanya, mahasiswa AFI harus diberi ruang serta difasilitasi sehingga potensi dan bakat menulis dapat tersalurkan. Apalagi dalam kajian studi filsafat dan pemikiran Islam, hampir semua filosof juga sekaligus sebagai penulis hebat pada zamannya.
Tidak hanya itu, lanjut Prof Muhaemin, Prodi AFI harus tampil terdepan dalam upaya membumikan khasanah intelektual dan pengembangan tradisi pemikiran Islam di kampus.
“Sosok intelektual dan pemikir yang membumi itu umumnya lahir dari kebiasaan menulis di kampus. Penulis memiliki wawasan luas dan pandangan yang universal serta sikap kritis terhadap berbagai isu perubahan dan dinamika pemikiran manusia dalam suatu peradaban bangsa”, ujar Dr Muhaemin Latif yang juga salah satu guru besar termuda di UIN Alauddin Makassar.
Bagi Muhaemin Latif, menjadi penulis handal, harus dimulai dari banyak membaca buku yang berkualitas supaya memiliki referensi yang memadai.
Sementara itu, Ketua Prodi AFI, Dr H Muhammad Ali, M.Ag menjelaskan, pelatihan menulis berlangsung selama satu hari itu dengan dua session yakni teori dan praktek. Setiap peserta pelatihan menulis membawa laptop.
“Kegiatan kami laksanakan sebagai jawaban dari sikap keprihatinan pimpinan fakultas melalui Prodi AFI terhadap fenomena mundurnya spirit menulis dan membaca oleh sebagian besar mahasiswa akibat penggunaan alat Informasi dan Teknologi”, ungkap H Muhammad Ali.
Tanpa mengabaikan peran IT yang cukup besar, Muhammad Ali, berharap perlu ada kesadaran intelektual dari adik-adik mahasiswa untuk lebih menggairahkan semangat menulis sebagai bagian dari kerja para intelektual muda di kampus melalui kerangka berpikir secara filosofis yaitu, aksiologis, ontologis dan epistemologis.
‘Ketiga metode berpikir keilmuan secara filosofis tersebut, itu hanya ada di Fakultas Ushuludin dan Filsafat khususnya di Prodi AFI dan termasuk program studi yang lebih tinggi lagi seperti program doktor”, ujarnya.
Dalam tempat terpisah, Sekretaris Prodi AFI, Dr Mubarak, Lc, M. Fil.I menambahkan, pelatihan menulis kali ini dipandu oleh I Gusti Bagus Agung Perdana Rayyn, S.Ag, M.Ag sekaligus nara sumber tunggal.
“Dia itu adalah mentor penulis di berbagai perguruan tinggi termasuk memberi pelatihan dan pemaparan karakteristik tulisan tersendiri di sejumlah fakultas dalam lingkup UIN Alauddin Makassar’, ujar Mubarak sembari menyebut bahwa nara sumber adalah alumnus Prodi Ilmu Hadits, FUF UIN Alauddin Makassar. **
Laporan : Darwis Jamal Takdir






