Alumni FUF UIN Alauddin Diberi Pelatihan Kewirausahaan, Strong Poin Untuk Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Makassar.metro-pendidikan.com. Pelatihan Kewirausahaan yang bertema, “Strong Branding, Smart Marketing, Thriving Business”, sebuah kegiatan terbilang perspektif, rekonstruksi dan totalitas diselenggarakan oleh Badan Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (BPC-IKA FUF) UIN Alauddin Makassar, berlangsung di Hotel Alauddin, Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.

Kegiatan kolaboratif ini melibatkan dua divisi yakni Divisi Usaha & Kewirausahaan dan Divisi Pemberdayaan Alumni diikuti alumni FUF dari berbagai angkatan. Jumlah peserta mencapai sekitar 40 orang ditambah panitia dan pengurus dengan total keseluruhan kurang lebih 60 orang.

Para peserta pelatihan kewirausahaan mendapatkan materi dari tiga nara sumber melalu pola panelis yang dipandu (moderator) oleh Maman Supardi, S.Ag. Tiga nara sumber itu adalah Dadang Santoso, ST, MM (Praktisi Business, Properti & Digital Marketing), Afsalurrahman (Owner PT Artama Land/Properti) dan Radhie Munadi, S.Ag. M.Th.I (Owner PT Arrazzak Ziarah Haramain/Travel Biro Haji & Umrah).

Dalam penyajian materi oleh ketiga nara sumber tersebut menghadirkan berbagai inovasi dan kreasi dalam membangun usaha dimulai dari hal-hal kecil hingga menjadi besar (sukses) dengan narasi yang berbeda. Namun, perspektif dan spiritnya hampir sama karena berangkat dari satu tema besar yakni “Strong Branding, Smart Marketing dan Thriving Business”.

Dadang Santoso dengan latar belakang praktis multi bisnis menuturkan, sekecil apa pun usaha yang kita bangun, harus dihargai dan dicintai. Sebab mustahil sebuah usaha atau bisnis akan berkembang, kemudian menjadi besar tanpa melalui proses dan perjuangan keras.

Sejumlah usaha/bisnis antara lain membangun rumah toko, rumah sewa yang tersebar di berbagai daerah, sebut sang kreator ini, dimulai bagaimana memperkenalkan produk usaha dengan tetap harga murah dan sikap kepercayaan kepada konsumen atau masyarakat.

Disamping jaminan terkait kualitas produk dan dalam membangun marketing harus mengedepankan prinsip akuntabel dan keterbukaan kepada konsumen. “Apalagi berbisnis di era sekarang ini, selain tetap dibutuhkan metode konvensional, tapi tak kalah menarik menjual prodak melalui sistem digital marketing. Menjual konten atau narasi bisnis untuk memperkuat branding lewat online, justru akan menguntungkan dan mendatangkan uang lebih banyak”, ujar Dadang Santoso dengan nada menantang.

Dalam pandangan dia, memperkuat branding tidak cukup hanya didukung sumber daya manusia, tapi juga bagaiman proses dapat berjalan untuk membentuk serta membangun citra usaha dan persepsi suatu mereka atau bisnis kepada masyarakat selaku konsumen atau user.

“Jadi, terpulang lagi mindset dan sistem yang kita tawarkan dalam sebuah bisnis dengan cara menyeluruh, pesan tersampaikan dengan mudah agar mudah diingat, berkesan serta dapat dipercaya masyarakat”, tandas Dadang Santoso.

Pendapat serupa, juga dikemukakan Afsalurrahman. Hanya saja, sang developer muda ini mengatakan, dirinya terjun di dunia properti dan sukses membangun sejumlah perumahan komersial di Makassar, Gowa dan Maros, tidak langsung menjadi besar. Melainkan sebelumnya, dia aktif menjual buku bacaan saat menjadi mahasiswa serta sejumlah kegiatan lainnya yang bisa membantu proses penyelesaian kuliah di Makassar.

Dia juga mengungkapkan, sukses dalam bisnis, tidak cukup hanya memiliki modal semangat, tapi juga harus ada ilmu, kerja keras dan belajar kepada orang-orang yang telah berhasil. ” Setelah itu, barang (prodak) yang hendak di jual harus ada fisiknya, selanjutnya kita bangun integritas agar masyarakat makin percaya”, ungkap Afsalurrahman yang sesekali menyebut Prof Dr Hamdan Johanis, MA dengan pemikirannya melawan takdir Allah.

Lain halnya Radhie Munadi yang kini dosen Prodi Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin & Filsafat, UIN Alauddin Makassar mengatakan, sukses mengelola bisnis perjalanan ibadah haji dan umrah. Selain, paket atau prodak yang ditawarkan kepada masyarakat (umat) jelas, juga dari narasi yang disampaikan serta datang dari jamaah haji dan umrah itu sendiri.

“Pengalaman dan pengakuan dari jamaah haji dan umrah kami, itulah yang memberi kepastian sehingga menambah kepercayaan dan orang besar minat mau bergabung menjadi calon haji dan umrah di Arrazzak Ziarah Haramain”, ujar Radhie Munadi.

Dia juga sejalan dengan dua nara sumber lainnya bahwa sebuah bisnis yang maju dan besar, bukan hanya menawarkan prodak berkualutas atau beragam jenis paket yang menggiurkan para konsumen serta kemudahan lainnya bagi calon jamaah ibadah haji dan umrah. Tetapi juga sikap kejujuran, keteladanan dan hubungan emosional begitu dekat antara pengelola/pembimbing ibadah haji dan umrah kepada jamaahnya sejatinya menjadi prioritas untuk membangun branding dan memperkuat bisnis yang lebih bonafid serta dapat bernilai ibadah kepada Allah SWT.

Setelah tiga panelis berhasil menyampaikan pandangan dan pengalaman bisnisnya dengan durasi waktu kurang lebih dua jam dilanjutkan penyerahan plakat dari BPC IKA FUF UIN Alauddin Makassar diwakili Sekretaris Umum Prof Dr Muhsin Mahfudz, M.Th.I kepada masing-masing pemateri tersebut.

Ditutup sesi foto bersama antara pemateri, panitia dan peserta pelatihan kewirausahaan. ***

Laporan : Darwis Jamal

Pos terkait