Viral Foto Capt. Unru Baso dengan Narasi “Provinsi Luwu Raya”, Perjuangan Pemekaran Kian Dekat di Mata

Luwu Raya.metro-pendidikan.com. Jagat media sosial di wilayah Sulawesi Selatan kembali dihebohkan dengan beredarnya poster legislator pusat dari Fraksi Gerindra, Capt. Unru Baso (Ubas). Foto tersebut menarik perhatian publik karena disertai narasi tegas: “Insya ALLAH Provinsi LUWU RAYA”.

Kemunculan gambar ini dinilai bukan sekadar unggahan biasa, melainkan sinyal politik kuat di awal tahun 2026 terkait keseriusan tokoh-tokoh Luwu Raya dalam memperjuangkan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Dapil Sulsel III, sosok Unru Baso dianggap memiliki posisi strategis untuk mengawal aspirasi ini langsung ke pemerintah pusat.

Dukungan dari partai penguasa, Gerindra, memberikan harapan baru bagi masyarakat di empat kabupaten/kota (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo) yang telah lama mendambakan kemandirian wilayah.

Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, ada beberapa faktor yang memicu viralnya narasi tersebut: Memasuki tahun 2026, lobi-lobi mengenai pembukaan moratorium pemekaran wilayah mulai kembali dibahas di Komisi II DPR RI.

Syarat Administrasi: Kabar mengenai percepatan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai “syarat kunci” terbentuknya provinsi baru terus digulirkan oleh para tokoh adat dan aktivis pemekaran.

Dukungan Akar Rumput: Unggahan yang viral tersebut mendapat respons positif dari netizen, dengan ribuan komentar yang berharap agar Luwu Raya segera sejajar dengan provinsi lain di Indonesia.

“Luwu Raya memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat besar, mulai dari sektor pertambangan hingga pertanian.
Kemandirian secara administratif akan mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini terasa lamban,” ujar salah satu tokoh pemuda di Palopo menanggapi viralnya foto tersebut.

Pihak tim media Capt. Unru Baso belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail langkah politik yang akan diambil, namun simbolisme “Provinsi Luwu Raya” dalam unggahan tersebut sudah cukup untuk membakar kembali semangat perjuangan masyarakat di Tana Luwu.**

Laporan : Hendra/Arifin