Makassar-metro-pendidikan.com. Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan beserta jajaran yang ada di Sulawesi Selatan (Kemenag kabupaten/kota-red) mulai bersiap-siap melakukan ekspansi terhadap gerakan moderasi beragama. Aksi itu dimulai dan melangkah masuk ke lingkup pemerintah daerah di luar Kemenag hingga instansi vertikal lainnya termasuk organisasi masyarakat melalui kolaborasi.
Demikian disampaikan Kepala Kementerian Agama Sulsel H. Muhammad Tonang, S.Ag, M.Ag dalam sambutannya pada kegiatan Training of Trainer (TOT) Penguatan Moderasi Beragama, digelar di Hotel West Bestern, Makassar, Selasa 2 Juli 2024 lalu.

“Kami sangat berkepentingan sekali untuk bisa melahirkan seorang trainer yang bisa mengkonsolidasi pelaksanaan penguatan moderasi beragama yang lebih ekspansif. Itu sudah masuk dalam perjanjian kinerja kita di jajaran Kemenag”, ujar H. Muh. Tonang
H Tonang mengatakan, Kemenag Sulsel berupaya terus mengkonsolidasikan gerakan moderasi beragama ini dengan melahirkan trainer yang bisa melakukan gerakan yang dapat yang keluar dari cakupan Kementerian Agama.
“Peserta ini adalah orang-orang pilihan dari berbagai unsur di Kemenag. Ada dari Perguruan Tinggi dari UIN, UIM, dari Kanwil, ada dari Kemenag kabupaten kota. Ada juga dari beberapa latar belakang ormas keagamaan. Kita memilih peserta yang berpengalaman yang paham persoalan moderasi beragama, Kita mau ekspansif”, papar mantan Kepala Kemenag Kabupaten Maros ini.
Pada akhir sambutan, H Tonang berharap kepada para peserta selaku penggerak moderasi beragama ada tindak lanjut yang konkrit pasca mengikuti pelatihan tersebut.
Sekadar diketahui, kegiatan TOT Moderasi Beragama ini dapat terselenggara atas kerja sama Kemenag Sulsel dengan Pusat Diklat Administrasi Kemenag RI. Peserta sebanyak 30 orang ini dibuka oleh Sekertaris Badan (Sesban) Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof. M. Arskal Salim GP.
Sesban Litbang Diklat Kemenag RI dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengapresiasi kolaborasi Pusdiklat Administrasi Kemenag RI dengan Kanwil Kemenag Sulsel atas terlaksananya kegiatan ini.
“Kepala Kemenag Sulsel sudah punya pasukan, sudah punya squad tim. Jadi tinggal masuk ke daerah mana, kabupaten/kota mana yang harus memulainya. Pak Kamenag Sulsel akan mengikuti dinamika dan arus acara seperti ini, Biasanya begitu, kalau ada yang membuat uswah hasanah”, ucapnya.
Adapun fasilitator dan narasumber yang dihadir pada pelaksanaan TOT berlangsung selama 6 hari, mulai 2 sampai 7 Juli 2024 ini adalah Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A, serta Menteri Agama RI (2014-2019) Lukman Hakim Saifuddin yang juga dikenal sebagai pencetus sekaligus bapak Moderasi Beragama di Indonesia. **hms**
Laporan : Darwis Jamal Takdir






