Taklukan Medan Berlumpur, Kapolres Luwu Utara Patroli OPS Lilin 2025 Hingga Pelosok Pegunungan Seko

Luwu Utara.metro-pendidikan.com. Upaya Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas dalam memastikan masyarakat dapat beribadah natal serta menyambut tahun baru 2026 Masehi dengan tenang dan aman terus dilakukan bahkan hingga ke pelosok terluar dan terpencil menyisir pegunungan Seko.

Sukses Kapolres menempuh perjalanan sekitar 109 kilometer jalur darat dengan roda 2 ke wilayah pegunungan Kecamatan Rampi pada 19 desember lalu. Kini giliran wilayah gunung Seko yang dituju didampingi langsung Kasat Reskrim, Intelkam dan Lantas masih dalam rangkaian patroli OPS Lilin dalam rangka Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dapat mengendarai sendiri roda 2 miliknya, AKBP Nugraha menempuh jarak 133 km di medan ekstrem berlumpur hingga mencapai desa paling ujung perbatasan Seko-Rampi untuk memastikan perayaan natal di wilayah pegunungan luwu utara berlangsung kondusif.

“Kedatangan kami malam ini tidak lain untuk memastikan keamanan bapak ibu dalam menjalankan ibadah. Meski jarak dan medan yang harus dilalui tidak mudah. Namun sebisa mungkin kami ingin hadir di tengah tengah bapak ibu sekalian”, ucapnya.

“Apalagi Seko juga bagian yang tidak bisa terpisahkan dari Luwu Utara dan kami wajib menjamin keamanan seluruh warga yang ada di sini”, tambah Kapolres di sela arahannya usai perayaan Natal di Gereja Toraja Moria Singkalong, Desa Taloto, Kecamatan Seko, Jumat (26/12/2025).lalu.

Sementara itu, Kepala Desa Taloto, Rezky Yizla menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian Kapolres yang tetap hadir memastikan keamanan warganya di pelosok pegunungan meski dengan keterbatasan akses.

“Ini kebanggaan bagi kami di Seko khususnya Desa Taloto, meskipun lelah karna perjalanan berat namun bapak kapolres membuktikan komitmennya untuk tetap hadir menjamin keamanan kami di ujarnya.

Selain gereja di Desa Taloto sejumlah rumah ibadah lainnya di Kecamatan Seko juga tidak luput dari kunjungan Kapolres. Dia juga menghimbau agar perayaan natal dan tahun baru 2026 tidak dilakukan dengan euforia yang berlebihan mengingat duka indonesia pasca bencana yang melanda Sumatera dan Aceh beberapa waktu lalu. **ril***

Laporan : Yosias Tombella

Pos terkait