Gowa.metro-pendidikan.com. Sampah kiriman mengalir di Daerah Irigasi (DI) Kampili yang bertumpuk di wilayah Desa Panciro, akhirnya terurai setelah Camat Bajeng menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan tiga Kepala Desa yakni Desa Panciro, Bontosunggu, Maradekaya bersama pihak pengelola UPTD Daerah Irigasi Kampili, berlangsung di Kantor Camat Bajeng, Senin (14/4/2025) kemarin.
Dalam rapat koordinasi itu, semua pihak menyepakati untuk mengangkat sampah kiriman yang bertumpuk di dua titik pada Daerah Irigasi Kalukuang tersebut yaitu, bagian selatan Dusun Mattirobaji dan samping Tugu Pahlawan Limbung Putra, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng .
Dengan harapan ketiga desa tersebut menurunkan mobil truk pengangkut sampah miliknya ditambah satu armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DL) Kabupaten Gowa hasil komunikasi Pj Kades Panciro Asram Suhendra, ST, M.Ap dengan pihak Bidang Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup, sehingga sampah kiriman tersebut dapat diangkut 4 buah truk sampah menuju ke TPA Caddika.

Sedangkan dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sendiri dapat menurunkan personil gabungan berjumlah lebih 100 orang yang meliputi dari 8 delapan Operasi & Pengairan Daerah Irigasi Kampili, antara Tim Induk Kampili, Pallangga, Doang, Tim Poppo, Bontoala, Bila dan Kalukuang.
Muh Dahlan, SE, pengamat dari Daerah Irigasi Kampili mengatakan, pihaknya berhasil mengangkat sampah kiriman bersama pihak tiga desa yang melintasi di atas aliran daerah irigasi Kampili, telah bertumpuk d wilayah Desa Panciro beberapa bulan terakhir ini.
“Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan koordinasi di Kantor Camat Bajeng bersama tiga kepala desa serta pihak terkait. Hari ini, kami buktikan dengan menghadirkan lebih 100 orang petugas meliputi, operator, pengawas dan juru air se-Daerah Irigasi Kampili,” jelas Muh Dahlan.
Bagi Dahlan, tidak ada yang sulit dalam penangan sampah kiriman yang bertumpuk di atas aliran irigasi tersebut apabila semua pihak ada koordinasi dan sama dan saling berkoordinasi, berlangsung di Desa Panciro.
“Aksi gotong royong mengangkat sampah kiriman yang bertumpuk di Daerah Irigasi Kalukuang bersama unsur pemerintah desa, dinas lingkungan hidup dan pihak BBWS Pompengan Jeneberang berjalan baik,” ujar Dahlan.
Sementara Hasnah, Operator Data Daerah Irigasi Kampili menambahkan, kadang pihaknya mau berupaya mengangkat tumpukan sampah ke darat, tapi warga marah karena merasa punya lokasi. “Di situ masalahnya, padahal kami dituntut untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat, namun di sisi lain di lapangan kerap dihadapkan dilema karena sampah kiriman warga menolak dijadikan lahannya untuk tempat penampungan sementara,” jelas Hasnah.
Sukses mengangkat sampah kiriman di atas aliran irigasi Kalukuang, tepatnya di dua titik dalam wilayah Desa Panciro, tak lepas dari atensi pemerintah desa bersama perangkatnya. Mereka intens berkoordinasi dengan Camat Bajeng, Pemkab Gowa melalui Dinas Lingkungan Hidup serta pihak terkait.
Termasuk dua desa tetangga lainnya yakni Bontosunggu dan Maradekaya ikut terlibat dalam aksi pembersihan, kemudian sampah kiriman diangkat naik ke mobil truk tersebut. Tampak Pj Kades Bontosunggu Rahmat Hidayat Alimuddin, SE dan Pj Kades Maradekaya Aqsa Latief, S.Sos mendampingi pihaknya dan sesekali mereka juga angkat sampah kiriman itu.
Selain mereka membawa mobil truk sampah milik desa tersebut, juga peralatan seadanya serta tenaga yang terdiri para kepala dusun, para ketua RK dan ketua RT yang masing-masing jumlahnya sekitar 25 orang.
Tidak kalah sibuk dan bersemangat Pj Kades Panciro Asram Suhendra, beberapa pekan terakhir ini disibukkan dengan mengurus sampah liar. Bahkan, ia tak tanggung-tanggung berjibaku dalam membersihkan sampah kiriman dan liar itu di Jalan Poros Panciro bersama para para perangkat, aparat Desa Panciro dan warga setempat.
Saking semangat disertai ketulusan hati bekerja, Asram Suhendra sesekali melepas baju dinas lalu mengganti baju kaos mengangkat tumpukan sampah kiriman dan liar itu demi mewujudkan program Bupati Gowa Bersih termasuk Panciro bebas dari problem sampah kiriman.
Merespon program prioritas Pemkab Gowa itu, Pemerintah Desa Panciro, kegiatan annangkasi melibatkan semua elemen masyarakat. Hal ini bisa dilihat saat aksi gotong royong pembersihan sampah kiriman dua hari lalu, selain hadir unsur Tripides (Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa), juga Ketua BPD bersama anggota, perangkat desa, ketua RK, Ketua RT, Tim TP PKK dan tokoh masyarakat termasuk pengurus BUMDes ikut berkolaborasi.
Tak heran, kalau pada aksi gotong royong pembersihan sampah kiriman di Daerah Irigasi Kalukuang, Selasa (15/4/2025) kemarin, Pemdes Panciro berhasil menurunkan tenaga berjumlah lebih 70 orang sesuai daftar hadir. “Al hamdulillah, hanya dalam tempo lebih dua jam, sampah kiriman tersebut berhasil kita angkat ke mobil truk dengan melibatkan aparat dari dua desa tetangga bersama personil dari UPTD Daerah Irigasi Kampili,” tandas Bendahara KNPI Gowa ini.
Bagi Asram Suhendra, penanganan sampah kiriman yang bertumpuk di atas perairan irigasi pompengan Jeneberang (Daerah Irigasi Kampili) sudah tepat sekali dilakukan secara gotong royong dan kolaboratif.
“Ini awal koordinasi yang baik dan ke depan diharapkan dapat berlanjut serta berkesinambungan. Sampah kiriman yang bertumpuk di wilayah Panciro, tentu kami komunikasikan ke Camat Bajeng, kemudian beliau meneruskan ke pihak Pemda khususnya Dinas Lingkungan Hidup Gowa yang punya armada sampah,” jelas Asram Suhendra kepada Hasnah sembari menyampaikan komitmennya.
Camat Bajeng H Achmad Rajab, S.Pd, M.Pd yang datang beberapa jam kemudian setelah aksi gotong royong menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mendorong kepada ketiga desa ini agar giat bersama tersebut terus berlanjut, juga diadakan di setiap desa dengan melibatkan pihak irigasi,” harap Camat Bajeng saat itu didampingi Ketua TP PKK Bajeng dan Pj Kades Panciro, Asram Suhendra. **
Laporan : Darwis Jamal.






