Suhu Politik Palopo Menghangat, 4 Nama Berebut Kursi Ketua Golkar Palopo

PALOPO, metro-pendidikan.com —​Suhu politik di Kota Palopo mendadak hangat seiring kian dekatnya agenda Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar.

Gelanggang pertarungan pimpinan partai berlambang pohon beringin ini menarik perhatian publik karena mempertemukan empat nama besar yang menjadi bakal calon, dimana masing-masing punya rekam jejak, kalkulasi, dan pengaruh yang tak bisa dipandang sebelah mata: Akhmad Syarifuddin Daud (Ome), Harisal A. Latief, Baharman Supri, dan Farid Kasim Judas (FKJ).

​Jika dibedah lebih dalam, kontestasi ini bukan sekadar urusan pergantian ketua, melainkan benturan dua gagasan dan latar belakang kepemimpinan yang berbeda.

Di satu sisi, ada poros figur populer yang diwakili oleh Akhmad Syarifuddin (Ome) dan Farid Kasim Judas (FKJ). Berbekal pengalaman Ome sebagai Wakil Wali Kota Palopo serta posisi keduanya di pengurus DPD I Golkar Sulsel, poros ini membawa narasi kesiapan untuk mengembalikan kejayaan Golkar lewat daya pikat elektoral dan jejaring massa yang kuat di akar rumput.

​Di sisi lain, muncul poros kader struktural yang mengusung narasi loyalitas mesin partai.

Harisal A. Latief, yang kini menjabat Wakil Ketua I DPRD Palopo, merepresentasikan kader murni yang meniti karier berjenjang dari tingkat kelurahan hingga mengantongi klaim sinyal positif dari elite DPD I Sulsel.

Sementara itu, Baharman Supri sebagai politisi senior DPRD bergerak intensif menggalang komunikasi langsung dengan Pengurus Kecamatan (Pincam) yang memegang peran vital sebagai pemilik suara sah di Musda.

​Pertarungan menuju kursi nomor satu Golkar Palopo ini pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh pilihan strategis partai dalam menentukan prioritas.

Golkar dihadapkan pada pilihan apakah ingin memprioritaskan figur dengan elektabilitas tinggi di mata publik atau memberi panggung penuh pada kaderisasi struktural yang telah lama merawat organisasi dari bawah.

Selain itu, penguncian suara Pengurus Kecamatan serta arah kebijakan dan restu DPD I Sulsel tetap menjadi penentu utama untuk menjaga stabilitas internal agar partai tetap solid pasca-Musda.

​Skenario paling ideal bagi Golkar Palopo diprediksi akan bermuara pada lahirnya kompromi politik.

Mengawinkan ketokohan figur populer dengan ketangguhan kader struktural dalam satu komposisi kepengurusan yang solid akan menjadi kunci utama.

Siapa pun yang terpilih nantinya, ujian sebenarnya adalah sejauh mana sang pimpinan baru mampu menyatukan kembali seluruh elemen, merajut kekuatan hingga tingkat RT/RW, dan membuktikan komitmen nyata untuk kemajuan Kota yang yang bersemboyan kota Idaman. (***/red)

Pos terkait