MAKASSAR, metro-pendidikan.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, M.Ag menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja yang efektif, efisien dan memberikan dampak nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Penekanan itu disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) II Pengurus Daerah (PD) Ummahat Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Kota Makassar Periode 2023–2028, Rabu (21/10/2026), di Gedung Aksan Jaya, Jl. Abu Bakar Lambogo, Bara-Baraya, Kota Makassar.
Bagi Ketua Umum IKA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar ini, Raker PD Ummahat DDI merupakan momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah strategis keberlanjutan organisasi.
Muhammad menegaskan organisasi perempuan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan, pembinaan umat, dan kehidupan keluarga.
“Organisasi harus terus dihidupkan melalui kegiatan yang membawa manfaat. Bukan sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menambah ilmu, saling mengingatkan dalam kebaikan dan memperkuat pengabdian kepada umat,” tandas H. Muhammad.
Menurutnya, Raker menjadi kesempatan penting untuk menilai sejauh mana program yang telah direncanakan mampu menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat.
“Dalam mengevaluasi program, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu efektivitas dan efisiensi. Apakah kegiatan memberikan dampak positif? Apakah sumber daya dan anggaran sudah tepat? Jika program bermanfaat, kita tingkatkan. Jika belum efektif, kita perbaiki,” tukas Doktor Manajemen Pendidikan jebolan UMI Makassar 2022 itu.
Selain tata kelola organisasi, Kakankemenag juga menyoroti peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter anak.
“Ibu memiliki peran besar dalam membangun keluarga yang religius. Keteladanan dalam menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan membiasakan perilaku baik akan menjadi pendidikan yang sangat berharga bagi anak-anak,” tuturnya.
Ia juga mendorong kegiatan pembinaan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an bersama dan pendalaman ilmu agama, terus menjadi bagian dari program organisasi.
Kemenag Makassar, kata dia, terbuka membangun komunikasi dan koordinasi dengan PD Ummahat DDI dalam membahas kendala pelaksanaan program.
“Kami terbuka menerima masukan dan mendiskusikan kendala yang dihadapi. Sinergi seperti ini penting agar program pembinaan umat dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Melalui Raker II ini, PD Ummahat DDI Kota Makassar diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang lebih terukur, sesuai kebutuhan anggota, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat. *ska**
*Laporan: Darwis Jamal*






