LUWU UTARA, metro-pendidikan.com — Dalam upaya melestarikan penggunaan bahasa lokal atau bahasa daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Luwu Utara menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026.
Kegiatan bergengsi tingkat SD tersebut dilaksanakan selama dua hari, 12-13 Oktober 2026, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Luwu Utara, *H. Kamaluddin Alnan, S.Pd., M.M.*
Dalam sambutannya, Kamaluddin menegaskan bahwa Luwu Utara memiliki kekayaan Bahasa Ibu yang beragam, seperti Bahasa Bugis, Bahasa Toraja, Bahasa Tae’, Bahasa Enrekang (Duri), dan lainnya.
“Inti dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan Bahasa Ibu sebagai budaya setempat. Bahasa Ibu adalah identitas kita, jangan sampai punah ditelan zaman. Anak-anak harus bangga menggunakan bahasa daerahnya,” ujar Kamaluddin saat membuka acara.
Festival ini diikuti oleh ratusan murid SD perwakilan dari seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Luwu Utara. Mereka berkompetisi dalam berbagai lomba kebahasaan daerah.
Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh *SD Negeri 037 Baranae*. Sekolah yang dipimpin oleh *H. Irsan Akib, S.Pd.* ini berhasil membawa nama harum Kecamatan Baebunta.
Dua siswa andalannya, *Zahwa Aqila Ramadhani Irsan (Kelas 4)* dan *Muhammad Fadhlan (Kelas 6)*, berhasil meraih Juara 2 (Medali Perak) pada Lomba Mendongeng/Pidato Bahasa Bugis kategori Putri dan Putra.
Capaian ini menjadi bukti komitmen SDN 037 Baranae dalam mendukung program pelestarian bahasa daerah yang digalakkan oleh Disdikbud Luwu Utara.
Diharapkan prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Luwu Utara untuk terus menggali dan melestarikan Bahasa Ibu sebagai warisan budaya bangsa.
*Laporan: Maswil*
*Editor: Redaksi MP / Arifin*






