Makassar.metro-pendidikan.com. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Plus Indonesia Timur dibawah binaan Yayasan Indonesia Timur) Makassar, Sulawesi Selatan, berlokasi sama dengan Universitas Indonesia Timur (UIT), Jl Rappocini Raya Makassar. Selain mengemban misi sosial, juga membuka akses pendidikan yang berkualitas. Bahkan, SMP Plus siap menjadi feeder bagi dunia industri dan perguruan tinggi yang ada di Sulsel khususnya UIT sebagai rumah besar bagi satuan pendidikan tersebut
Demikian diungkapkan Kepala SMK Plus Indonesia Timur, Dr H Muhammad Ilyas, S.Ag, SH, M.Ag merespon positif pernyataan Wakil Ketua Yayasan Indonesia Timur Aminuddin, SH, MH pada acara pelantikannya sebagai Kepala SMK Plus Indonesia Timur berdasarkan Surat Keputusan Ketua YiT Nomor 251/BP-YIT/I/2026 baru saja ini ruang SMK Plus Indonesia Timur, Makassar.

Mengutip pernyataan Aminuddin bahwa SMK Plus Indonesia Timur yang didirikan dengan misi sosial strategis serta memberikan akses layanan pendidikan berkualitas bagi warga sekitar. Terutama penguatan vokasi (keseimbangan teori-praktek) kini menjadi atensi bagi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman terhadap sekolah kejuruan agar bisa berdaya saing secara global.
“Kami ingin ada semangat baru dan kesinambungan yang kuat dari alumni SMK Plus mendapatkan prioritas dan keringan biaya pendidikan untuk melanjutkan studi ke Universitas Indonesia Timur. Ini sudah menjadi komitmen kami dengan proyeksi bahwa SMK Plus siap menjadi feeder utama bagi dunia industri dan perguruan tinggi di Sulsel pada bidang keahlian tertentu”, tandas Aminuddin.
Feeder jika dianalogikan suatu mesin berarti memasukkan material, pelet dan cairan. Bagi Muhammad Ilyas bahwa feeder dalam relevansinya dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan lebih pada seleksi input dan penguatan proses dengan dukungan sumber daya manusia dan sarana prasarana (fasilitas) yang memadai.
“Input yang baik dan proses yang kuat akan melahirkan output yang berkualitas, berkarakter dan unggul. Seperti itulah yang diharapkan dari feeder untuk mengisi lapangan kerja di dunia industri dan lanjut ke perguruan tinggi”, ujar Ketua Umum Forum Komunikasi Mubaligh dan Pengurus Imam Masjid Kota Makassar ini.
Tidak hanya itu, lanjut dosen luar biasa STAI Al Furqan dan Universitas Indonesia Timur ini, untuk membangun tata kelola pendidikan kejuruan pada penguatan vokasi daerah seperti harapan Pemprov Sulsel, segi manajemen juga harus mendapat perhatian yang serius dari pengelola. Ini juga sejalan visi SMK Plus yakni Mewujudkan Sekolah yang unggul, berkarakter dan terampil dalam bidang kesehatan dan informatika yang berlandaskan iman dan takwa serta berpijak pada budaya dan bangsa.
Muhammad Ilyas, selain memiliki rekam jejak pendidikan yang jelas sebagai tenaga pendidik tetap di MAN 2 Makassar, juga memiliki reputasi dan kualifikasi pendidikan tinggi strata tiga serta jejaring yang kuat terhadap berbagai lembaga pendidikan swasta dan perguruan tinggi khususnya dalam wilayah Kota Makassar.
“Begitu saya dilantik menjadi Kepala SMK Plus Indonesia Timur, Makasar langsung melakukan sosialisasi program dan mendatangi berbagai SMP Negeri dan Swasta khususnya dalam wilayah Kota Makassar untuk meyakinkan bahwa arah pendidikan di SMK Plus seperti tertera dalam visi dan misi sekolah. Rupanya respon mereka cukup besar”, ungkap Muhammad Ilyas yang didampingi Ketua Panitia SPMB SMK Plus 2026, Agung Taufiq Islam, S.Pd, di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
SMK Plus Indonesia Timur, Makassar dengan akte pendirian 04 Agustus 2008 dengan membina konsentrasi keahlian yakni Bidang Kesehatan, Bidang Informatika dan Bidang Pemasaran. Kini jumlah keseluruhan siswa dari dua bidang keahlian yang sudah berjalan tercatat 40 orang dan 15 tenaga pengajar dengan kualifikasi pendidikan rata-rata strata satu (S1) dan strata dua (S2).
Adapun keahlian Bidang Pemasaran, mulai tahun pelajaran 2026/2027 ini dapat dibuka dengan harapan mekanisme dan persyaratan SPBM sama kedua bidang sebelumnya.
“Pada sosialisasi seleksi penerimaan murid baru tahun ini, kita lakukan berbagai media dan saluran. Selain lewat sosial, juga upaya penyebaran brosur SPBM di berbagai tempat dan SMP atau sekolah yang sederajat”, ujar Agung yang juga guru Agama Islam SMK Plus Indonesia Timur.
Adapun hasilnya, sebut Agung, belum final, tapi upaya panitia dalan melakukan tahapan pendaftaran calon siswa baru masih berlangsung. PSMB SMK Plus tahun pelajaran 2026/2027 ini berjalan dua periode pendaftaran yakni, periode pertama mulai 5 Januari sampai 29 Mei 2026 dan periode kedua 2 Juni sampai 31 Juli 2026.
Muhammad Ilyas juga Ketua Dewan Pengarah Media Suara Lpkpk Regional Sulawesi menjelaskan, SMK Plus Indonesia Timur menghadirkan ekosistem belajar yang ideal melalui sarana prasarana modern (laboratorium) olahraga dan seni telah didukung oleh 95 persen tenaga pendidik bersertifikat keahlian, program pengembangan karakter dan bimbingan yang standar.
Selain itu, gratis SPP 100 persen untuk alumni dari SMK Plus Indonesia Timur yang melanjutkan studi (kuliah) di UIT Makassar. Khusus siswa SMKS dan orang tua yang ingin rawat inap di RSU Wisata UIT akan diberikan fasilitas naik kelas 1 tingkat dari kelas BPJS yang bersangkutan. **
Laporan : Darwis Jamal






