Malang.metro-pendidikan.com. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ahmad Yani, Malang, satu diantara satuan pendidikan swasta di Provinsi Jawa Timur penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik.
Program ini disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam menunjang kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Program Makanan Bergizi Gratis di SMK Ahmad Yani Jabung mulai dilaksanakan secara rutin dengan pendistribusian makanan yang dilakukan setiap hari ke sekolah. Paket MBG dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat menggunakan mobil box khusus yang menjamin kebersihan dan kualitas makanan.
Pengiriman paket makanan biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di sekolah, paket MBG langsung dikoordinasikan oleh pihak sekolah dan didistribusikan secara tertib ke setiap kelas.
Proses distribusi dilakukan dengan melibatkan guru serta petugas yang telah ditunjuk guna memastikan seluruh siswa menerima makanan secara merata dan tepat waktu. Menu makanan yang diberikan dalam program MBG disusun dengan memperhatikan standar gizi seimbang.
Setiap harinya siswa mendapatkan menu yang bervariasi, seperti nasi, lauk pauk, sayuran, buah, serta minuman sehat seperti susu atau jus. Sementara itu, khusus hari Sabtu, siswa mendapatkan menu berupa roti, susu, buah, dan kacang-kacangan sebagai alternatif asupan nutrisi. Variasi menu tersebut bertujuan agar siswa tidak merasa bosan sekaligus memastikan kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi.
Wakil Kepala SMK Ahmad Yani Jabung Bidang Kesiswaan, Bapak Wahyu Santoso, S.Pd, menyampaikan bahwa program MBG memberikan dampak positif terhadap kondisi siswa baik dari segi kesehatan maupun semangat belajar.
“Program Makanan Bergizi Gratis ini sangat membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan gizi harian mereka. Kami melihat adanya perubahan positif, di mana siswa menjadi lebih berenergi dan fokus saat mengikuti pembelajaran. Selain itu, program ini juga menanamkan kebiasaan hidup sehat serta membangun kesadaran pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini”,ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa pihak sekolah mendukung penuh pelaksanaan program MBG dengan melakukan pengawasan terhadap proses pendistribusian makanan serta memastikan kebersihan dan kelayakan makanan yang diterima siswa. Sekolah juga melakukan koordinasi secara berkala dengan pihak penyedia makanan agar kualitas program tetap terjaga.
Antusiasme terhadap program MBG juga dirasakan langsung oleh para siswa. Salah satu siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Sela, mengungkapkan rasa senangnya terhadap program tersebut.
“Saya sangat senang dengan adanya program MBG karena makanannya enak dan menunya selalu berbeda setiap hari. Program ini sangat membantu kami, terutama saat tidak sempat sarapan di rumah. Dengan adanya MBG, kami bisa tetap belajar dengan kondisi yang lebih siap dan bersemangat,” ungkap Sela.
Menurut beberapa siswa lainnya, program MBG juga membantu mengurangi pengeluaran harian serta menciptakan kebersamaan di lingkungan sekolah. Saat waktu pembagian makanan, siswa dapat menikmati hidangan bersama teman-teman di kelas sehingga menambah suasana kekeluargaan dan kebersamaan antar siswa.
Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa, program MBG juga mendukung upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan produktif. Asupan gizi yang baik diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh siswa, mengurangi risiko kelelahan, serta membantu meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar.
Pihak SMK Ahmad Yani Jabung berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan peserta didik. Sekolah juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan siswa.
Adanya program MBG, SMK Ahmad Yani Jabung optimis dapat mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. **ril***
Laporan : Yopi S/Arifin






