Luwu Utara.metro-pendidikan.com.
Kabupaten Luwu Utara memiliki potensi tambang pasir yang besar dengan nilai Rp 1, 5 triliun. Angka ini juga akan memberi dampak besar bagi kehidupan masyarakat serta daerah Luwu Utara yang sangat strategis dan siginifikan.
Begitu penjelasan dari sejumlah pejabat di daerah ini. Bahkan, mereka menyarankan perlunya tambang pasir ini kalau dikelola secara terencana, berkelanjutan, dan berbasis data, akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah. Asalkan pemanfaatannya memperhatikan aspek teknis, lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.
Saran ini juga sejalan dengan harapan Bupati Andi Abdullah Rahim saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dan Seminar Akhir Pengembangan Basis Data Karakteristik dan Pemanfaatan Optimal Pasir Kabupaten Luwu Utara pada Berbagai Produk Konstruksi, Selasa (23/12/2025), di Aula Bapperida.

FGD dan Seminar Akhir ini dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Utara bekerja sama dengan Politeknik Negeri Ujungpandang Makassar, yang diberi nama sebagai penelitian kerja sama antara pemda dan akademisi.
“Berdasarkan data hasil Kajian Investasi Tambang Pasir pada tahun 2017, Kabupaten Luwu Utara memiliki potensi tambang pasir sebanyak kurang lebih 15.263.922,78 m3. Jika dirupiahkan senilai dengan Rp 1.526.392.277.791 dengan asumsi harga Rp100.000,-/m3,” ungkap Bupati.
Potensi tersebut, kata dia, seluruhnya berada pada badan sungai seluas 1.526,39 hektare, dengan kedalaman rerata 1 meter yang tersebar di 149 titik potensi tambang pasir di 11 sungai yang ada.
“Hal ini bisa bertambah secara kuantitas setelah banjir bandang pada 2020 lalu,” jelasnya.
Bupati Andi Rahim yang juga alumnus Fakultas Tehnik Unhas ini berharap, melalui penelitian ini, diharapkan akan diperoleh basis data karakteristik pasir yang komprehensif, mulai dari sifat fisik, mekanik, hingga kelayakannya untuk dipergunakan pada berbagai produk konstruksi.
“Basis data ini tentunya sangat penting sebagai rujukan kita dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, termasuk dalam pengambilan kebijakan, dan sebagai pedoman bagi pelaku usaha konstruksi yang ada di Kabupaten Luwu Utara”, jelas Bupati Andi Abdullah Rahim lagi.
Dikatakannya, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemda, akademisi, dan peneliti untuk mendukung pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan dan data akurat.
“Saya harap hasil penelitian yang dipaparkan dalam seminar ini tidak berhenti sebagai dokumen ilmiah semata, tetapi juga dapat ditindaklanjuti secara nyata,” harapnya.
Ia pun mendorong hasil penelitian ini menjadi dasar penyusunan kebijakan teknis pembangunan infrastruktur, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal yang efisien dan ramah lingkungan, peningkatan kualitas konstruksi, serta penguatan kolaborasi riset antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. **lhr***
Laporan : Yosias Tombella






