Parepare.metro-pendidikan.com. Kementerian Agama Kabupaten Maros, satu diantara dari 24 Kemenag kabupaten/kota Se- Sulawesi Selatan jalin kerjasama dengan IAIN Parepare dalam upaya peningkatan indeks layanan pendidikan dan keagamaan.
Kerjasama dalam bentuk sinergi dan kolaboratif itu digelar pada acara seremoni pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, berlangsung di Auditorium IAIN Pare-pare, Rabu (31/7/2024).

Dalam momen tersebut, tampak di panggung utama, antara lain Kepala Kantor Kemenag Maros Dr H. Muhammad, M.Ag dan Rektor IAIN Pare-pare Prof. Dr Hannani, masing-masing membubuhkan tanda tangan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Muhammad Tonang, S.Ag, M.Ag menjelaskan bahwa kerjasama ini, merupakan bentuk kolaborasi, sinergi layanan pendidikan dan keagamaan melalui spirit penguatan moderasi beragama.
Selama ini, sebutnya layanan ini sering berbeda, KKN UIN/IAIN misalnya, ngumpulnya masih di kantor camat. Bukan di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan. Selain itu, belum maksimalnya di madrasah, apalagi pendidikan madrasah ini berkelanjutan mulai MI, MTs, dan MA.
‘Makanya kerjasama ini diharapkan agar seluruh indeks layanan pendidikan dan keagamaan bisa terukur.
Kerja sama ini, juga berkaitan dengan percepatan program prioritas Kemenag. Moderasi beragama, harus menjadi nafas kita bersama terutama dari kampus”, jelas H Muhammad Tonang kembali menegaskan kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (1/8/2024).
Tidak hanya itu, sambung mantan Kepala Kemenag Maros ini, harus ada peningkatan kompetensi di madrasah. Guru bisa S2, IAIN Parepare, kata Pak Rektor tadi ada diskon lanjut kuliah di sini.
“Madrasah juga, harus aman dan nyaman. Tentu, kaitannya dengan sikap bullying, sikap intoleran dan sebagainya. Madrasah juga, harus setara dan berbagi. Makanya, KSM kita laksanakan di Parepare, tidak selalu di Makassar berkegiatan,” tukas alumni Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Alauddin Makassar ini.
Pada tempat sama, Rektor IAIN Parepare Prof. Dr Hannani, berharap even sekelas KSM ini semoga output dan kualitasnya semakin meningkat. “Harapan kami harus ada atensi khusus kepada para siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan di IAIN Parepare”,ungkapnya.
Malah Kepala Kemenag Maros Dr H Muhammad, M.Ag, sudah melakukan hal itu. Buktinya sejumlah siswa madrasah Tsanawiyah di Maros yang berprestasi khususnya dalam kegiatan lomba KSM diberi biaya pendidikan.
“Siswa madrasah yang berprestasi dalam berbagai bidang, apalagi membawa harum nama daerah Maros dan Sulsel, kita beri reward dan biaya pendidikan sebagai bentuk apresiasi kepada mereka”, ungkap H Muhammad dalam suatu kesempatan.
Lain halnya, Rektor UIN Alauddin Prof. Dr Hamdan Juhannis, menyampaikan bahwa KSM merupakan pencapaian, pencerahan dan prestasi. Belajarlah dari Parepare; ini kota cita dan cinta. Belajar kepada sosok Habibie dalam meraih cita dan cinta.
Kedua, Belajarlah pada madrasah, karena madrasah sudah menjadi contoh terbaik di negeri ini. Sekolah lanjutan terbaik se-Indonesia, itu madrasah.
“Ketiga, belajarlah pada IAIN Parepare, yang menempuh segala cara supaya bisa menambah mahasiswa,” ucap Prof. Hamdan disambut tepuk tangan dan tawa hadirin di auditorium.
Kemudian, Prof Hamdan menyampaikan komitmen pengembangan pendidikan keagamaan, terutama bagi madrasah. “Juara 1 KSM akan saya terima di UIN Alauddin, dengan jaminan beasiswa, pilih jurusan mana saja, selain kedokteran, informatika dan farmasi. Sertifikat KSM, lulus, jaminan mahasiswa,” riuh tepuk tangan menyertai pernyataan ini.
Sebelumnya, Ketua Panitia KSM tingkat Sulsel yang juga PLT Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sulsel, H Abd Gaffar melaporkan, jumlah peserta KSM berjumlah 458 orang dan 103 regu. Mereka berasal dari utusan madrasah dari kabupaten/kota se- Sulsel. **hms**
Laporan : Darwis Jamal






