Luwu Utara, metro-pendidikan.com. Bencana alam mengguncang wilayah Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, pada malam hari Senin, 22 April 2024, picu longsor besar melanda beberapa desa akibat curah hujan beberapa hari terakhir ini.
Longsor tersebut menimpa Desa Minanga, Desa Rinding Allo, Desa Komba, dan Desa Limbong, menutupi sebagian besar jalan poros Seko- Rongkong dan menyebabkan beberapa tiang listrik tumbang, mengakibatkan padamnya listrik di wilayah tersebut.
Dalam upaya penanganan darurat, Bripka Ferdi, seorang anggota Bhabinkamtibmas, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi dan membantu mengatur lalu lintas serta mengarahkan masyarakat setempat dalam membuka jalur sementara guna memperlancar arus kendaraan roda dua dan memfasilitasi evakuasi.
Faktor penyebab terjadinya longsor ini menjadi perhatian utama, dengan curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan diidentifikasi sebagai pemicu utama. Kecamatan Rongkong memang dikenal rawan terhadap bencana longsor saat musim hujan tiba, dan fenomena ini semakin memperkuat pemahaman akan pentingnya mitigasi bencana di daerah tersebut.
Kapolres Luwu Utara, AKBP Muhammad Husni Ramli.S.ik,.Mh.M.Tr.Opsla, menegaskan pentingnya koordinasi dan kerjasama antara berbagai pihak dalam menghadapi bencana ini.
Dia juga menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan dan bimbingan kepada masyarakat terdampak serta memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Diakuinya, meski upaya penanganan darurat telah dilakukan, masih ada ancaman lanjutan yang harus dihadapi. Potensi terjadinya longsor di beberapa titik lainnya masih sangat mungkin terjadi jika curah hujan terus tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang masih mengintai.
Peristiwa longsor ini menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya mitigasi bencana dan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman alam. Kerja sama dan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat setempat menjadi kunci dalam menghadapi dan mengatasi dampak bencana yang terjadi. **
Laporan : Yosias Tombela






