Maros.metro-pendidikan.com. Pesantren Nurul Ikhwan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros bekerja sama dengan Kementerian Pemuda (Kemenpora) RI menggelar Pelatihan bertajuk “Pemuda Rawan Sosial”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kementerian Agama Kebupaten Maros, Dr H Muhammad, S.Ag, berlangsung di Aula Pondok Pesantren. Nurul Ihwan, Kamis (26/12/2024) kemarin.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maros H. Muhammad, selain membuka secara resmi kegiatan tersebut, juga memberi materi (nara sumber) terkait kerawanan sosial. Pada sesi ini, dia mengurai peran pemuda dalam menghadapi Indonesia Emas 1945.
“Bonus demografi, nanti Indonesia pada 2045 memiliki masyarakat dengan usia produktif mulai 15 sampai 64 tahun mencapai 70 persen. Sedangkan 30 persen sisanya berusia, di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun”, jelas H Muhammad.
“Ini merupakan potensi yang harus dipupuk dari sekarang dengan pengembangan potensi pemuda”, tambah mantan Kepala Kemenag Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Maros ini.
Di sisi lain, lanjut Muhammad, juga menyampaikan sisi negatif, kalau pemuda tidak mempersiapkan diri. “Jika tidak, pemuda bisa saja saat itu dihadapkan masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran. Itu tantangan para pemuda kita khususnya yang berada di wilayah Maros”, ujarnya
Karena itu, doktor jebolan UMI Makassar Bidang Manajemen Pendidikan Islam ini mengajak para peserta pelatihan untuk memperteguh komitmen kebangsaan dan menghindari kegiatan yang merongrong NKRI.
“Pemuda harus cerdas dan tanggap terhadap lingkungan sekitar. Memberi kemaslahatan. Jangan sampai terjerat penyakit sosial seperti narkoba, judi online. Pemuda harus terus mengembangkan kapasitas dan melakukan inovasi yang lebih positif dan konstruktif serta bermanfaat bagi masyarakat”, pungkas H Muhammad sembari memberi solusi.
Tidak hanya itu, bagi dia, kini pemuda harus juga mengikuti perkembangan zaman, terutama terkait digitalisasi. Pemuda harus tanggap dan memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan diri, masyarakat, bangsa dan agama. **hms**
Laporan : Darwis Jamal






