PINRANG, metro-pendidikan.com — Ajang pencarian bakat Adugenre Pinrang 2026 mencapai puncaknya pada Grand Final yang digelar di Aula Dikbud Pinrang, beberapa waktu lalu, Acara ini menjadi magnet warga Pinrang dan sekitarnya yang memadati lokasi sejak siang.
Dengan mengusung tema ” Dari ide menjadi aksi dari aksi menjadi kreasi ” Grand Final menghadirkan 20 orang finalis dari putra maupun putri terbaik hasil seleksi peserta audisi se-Kabupaten Pinrang

Adugenre bukan sekadar ajang lomba, tapi ruang anak muda Pinrang untuk bangga dengan akar budaya sambil berkreasi tanpa batas, saat ketua panitia megawali kegiatan ini.
Sederet juri kompeten turut hadir menilai, di antaranya,
Drs. Marten Mantera, M. Si., dari dinas Pendidikan
Rasmi Abdulla S. Si., M. Si., dari Dinas P2KBP3A
Ibu Suriani Mappa, s. Pd. M. Pd dari dinas pendidikan.
Diakhir kegiatan akhirnya terpilih juara sampai tiga yaitu
Juara 1
Zubair Dermawan dari SMA 7
Nurul Rezkiyah dari SMA 1
Juara 2
Fahreza Ramadhan dari SMA II
Ain Nui Gina dari SMA 1
Juara 3
Ahmad Agraria SMA ll
Athiyyah Qurratul Aini SMA 1
Rasmi Abdullah dalam penyampaian singkatnya menuturkan Adugenre merupakan program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan mencetak duta Genre Pinrang. Para finalis dinilai bukan hanya dari kemampuan public speaking, tapi juga komitmen mengkampanyekan hidup sehat, berencana, dan berkarakter bagi remaja Pinrang.

Sementara itu Kepala Dinas P2KBP3A dr. Ramli Yunus saat ditemui di sela sela kegiatannya menyampaikan, kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap Tahun, semua Kabupaten Kota melaksanakan kegiatan ini, kemudian yang terpilih akan dilanjutkan ke tingkat Provinsi sampai ke tingkat nasional, Senin (06/07/2026).
Ditambahkannya bahwa melalui kegiatan Adugenre ini para duta yang terpilih diharapkan menjadi konselor bagi teman sebaya mereka baik disekolah maupun diluar sekolah.
Mereka dapat mengedukasi seluruh remaja hususnya di Pinrang agar mereka tidak melakukan seks bebas, tidak melakukan seks diluar nikah serta menghindari pernikahan dini, menghindari penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang, harapnya.
Lebih jauh Kepala Dinas P2KBP3A menyampaikan bahwa dengan semakin banyaknya kita memilih dutagenre ini, maka semakin banyak pula yang akan mengedukasi ke remaja remaja untuk tidak melakukan sesuatu yg dapat merusak generasi dirinya sendiri.
Laporan : (Fathur)






