Atasi Kelangkaan BBM dan Elpiji, Pemkab Pinrang Bentuk Tim Terpadu Pengawas Distribusi

PINRANG, metro-pendidikan.com — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus bergerak cepat memastikan kebutuhan masyarakat terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan gas elpiji tetap terpenuhi, di tengah kelangkaan yang terjadi di sejumlah titik wilayah. Berbagai langkah strategis dibahas dalam rapat lanjutan yang dipimpin Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., Rabu (2/9/2026).

Pertemuan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Pertamina, Hiswana Migas, serta para agen penyalur ini menjadi wadah untuk meninjau secara menyeluruh kondisi distribusi di lapangan. Berbagai kendala yang memengaruhi ketersediaan kedua komoditas tersebut diidentifikasi guna merumuskan solusi yang segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Wakil Bupati Sudirman menegaskan bahwa BBM dan elpiji adalah kebutuhan vital yang menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga harus menjadi perhatian bersama.

“Yang paling penting adalah masyarakat tidak dirugikan. Kita ingin memastikan kebutuhan BBM dan elpiji tersedia, distribusinya berjalan baik, dan masyarakat memperolehnya dengan harga yang wajar,” tegas Wabup Sudirman.

Dalam rapat tersebut, Wabup Sudirman mengarahkan pembentukan tim terpadu yang melibatkan Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri. Tim ini bertugas melakukan pemantauan langsung ke lapangan serta mengidentifikasi segala bentuk penyimpangan yang menyebabkan kesulitan masyarakat memperoleh BBM maupun elpiji. Pengawasan ketat dilakukan guna memastikan jalur distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat.

Selain pengawasan, Pemkab Pinrang juga berupaya memperkuat sisi pasokan. Dinas terkait diarahkan untuk mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi pada setiap SPBU di wilayah Pinrang, guna mengurangi antrean dan kesulitan perolehan bahan bakar. Sementara untuk gas elpiji, pemerintah daerah akan mengajukan kuota tambahan (fakultatif) guna memenuhi kebutuhan yang meningkat serta mengembalikan harga pada tingkat yang terjangkau.

Wabup Sudirman berharap seluruh pihak dalam rantai distribusi dapat menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Sinergitas lintas sektor dinilai sangat diperlukan agar persoalan ini segera teratasi dan ketersediaan energi penunjang kehidupan masyarakat dapat terjamin.

Melalui langkah pengawasan, penambahan pasokan, dan penguatan koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang menargetkan kondisi distribusi BBM bersubsidi dan elpiji segera kembali normal, sehingga aktivitas masyarakat, rumah tangga, maupun dunia usaha dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Laporan : (Yunus)

Pos terkait