Jeneponto. metro-pendidikan.com. Arus mudik pasca lebaran di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kembali diwarnai kemacetan panjang mulai dari Makassar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng sampai Kabupaten Bulukumba. Titik kepadatan terparah terjadi di kawasan Jembatan Belokallong, Bontosunggu, Jeneponto yang menjadi salah satu simpul lalu lintas paling vital di wilayah selatan.
Demikian diungkapkan, Andi Warnidah, salah seorang penumpang bus dari Bulukumba usai menemui keponakan di Makassar bersama keluarga dalam rangka mengikuti latihan satuan Brimob, Senin (23/3/2026) lalu.
Menurut Warnidah, kepadatan terparah berada di Jembatan Belokallong merupakan bagian dari jalan poros nasional yang menghubungkan Makassar dengan sejumlah kabupaten di wilayah selatan, yakni Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, hingga Kepulauan Selayar. Tingginya mobilitas kendaraan, terutama saat musim mudik, membuat kapasitas jembatan tidak lagi mampu menampung beban arus yang terus meningkat.
Sesuai Pantauan di lapangan oleh wartawan metro pendidikan.com biro Jeneponto Awal Andrian menjelaskan bahwa kondisi hal tersebut menunjukkan antrean kendaraan yang mengular dari berbagai arah, dengan laju yang tersendat, bahkan nyaris berhenti pada waktu-waktu tertentu.
Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan lebar jembatan yang menjadi satu-satunya akses di jalur tersebut, sehingga seluruh arus kendaraan bertumpu pada satu titik.
“Kemacetan di kawasan ini merupakan persoalan berulang yang terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat arus mudik dan libur panjang. Selain menghambat mobilitas masyarakat, situasi ini juga berdampak pada distribusi logistik antar wilayah”, ujar Awal yang ikut merasakan kemacetan yang panjang tersebut.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan dalam pembangunan jalan dan jembatan nasional untuk segera menghadirkan solusi jangka panjang.
Pembangunan jembatan tambahan atau jembatan kembar dinilai menjadi langkah yang mendesak guna mengurai beban lalu lintas yang selama ini hanya bergantung pada satu akses utama.
Dengan peran strategis sebagai penghubung lintas kabupaten, kondisi Jembatan Belokallong menjadi cerminan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang seimbang dengan pertumbuhan mobilitas masyarakat.
Ketika satu jembatan menanggung arus dari lima wilayah, kemacetan bukan lagi kemungkinan, melainkan kepastian.**
Laporan : Awal/Arif





