PINRANG,, metro-pendidikan.com — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat langkah antisipasi guna melindungi petani dari dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., memimpin rapat koordinasi terkait hal tersebut di Ruang Rapat Wakil Bupati Pinrang, Senin (24/8).
Dalam kesempatan itu, Sudirman menyampaikan kemarau panjang disertai keterbatasan pasokan air irigasi berpotensi menurunkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait diminta mengambil langkah maksimal agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi.
“Program pompanisasi yang telah berjalan perlu terus digalakkan sebagai langkah teknis utama untuk memenuhi kebutuhan air di lahan yang pasokan irigasinya terbatas,” ujarnya.
Sudirman menegaskan, upaya ini harus dimaksimalkan sekaligus disertai langkah-langkah lain dengan melibatkan seluruh sektor agar dampak kekeringan terhadap produktivitas petani dapat ditekan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan pemanfaatan optimal seluruh sumber daya pemerintah untuk membantu masyarakat, terutama petani yang paling terdampak.
“Jangan sampai petani merasa ditinggalkan saat menghadapi kondisi ini. Pemerintah harus hadir dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar masyarakat tetap mendapatkan dukungan,” tegas Sudirman.
Langkah ini menjadi bagian komitmen Pemkab Pinrang menjaga produktivitas pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Dengan upaya pemenuhan kebutuhan air, diharapkan petani tetap dapat beraktivitas dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Pinrang.
Pemerintah juga mengharapkan dukungan seluruh pihak dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi dampak kemarau, menjaga penggunaan air secara bijak, serta mengutamakan kepentingan bersama agar kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan sektor pertanian tetap terjaga. (YS)
Laporan ; Yunus






