Rawat Tradisi Leluhur, Kedatuan Luwu Gelar Prosesi Adat Sakral ‘Tudang Ade’ di Istana SalassaE

Palopo.metro-pendidikan.com. Semangat persatuan Tana Luwu kembali bergelora di pusat sejarah Kota Palopo. Hajatan itu berlangsung di Gedung SalassaE kompleks Istana Kedatuan Luwu dengan menggelar prosesi Tudang Ade’ (Musyawarah Adat) yang menjadi rangkaian utama dalam memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80.

Perhelatan setengah ritual itu berjalan khidmat ini dihadiri langsung oleh perangkat adat Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, tokoh-tokoh penting, serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Tana Luwu, termasuk jajaran dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.

Simbol Persatuan dan Musyawarah
Prosesi Tudang Ade’ tahun ini mengusung tema besar “Singkerru Ininnawa Lipu Dimeng Ede”, yang bermakna merajut kembali niat suci untuk kemajuan negeri. Pantauan di lokasi menunjukkan para pemangku adat dan kepala daerah duduk bersama mengenakan pakaian adat khas Luwu, Jas Tutu’ dan Songkok Recca, di hadapan Lamming (pelaminan adat) yang megah.

Dalam kegiatan ini, agenda utama yang dibahas meliputi: Penguatan Nilai Budaya: Pelestarian tradisi Maddararing sebagai landasan pengambilan keputusan di Tana Luwu.

Sinergi Daerah: Mempererat silaturahmi antara empat wilayah (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo) serta wilayah tetangga seperti Kolaka Utara.

Refleksi Sejarah: Mengenang perjuangan pahlawan nasional Andi Jemma dan rakyat Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan pada peristiwa 23 Januari 1946.

Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa Tudang Ade’ bukan sekadar seremoni, melainkan wadah untuk merumuskan langkah bersama bagi kesejahteraan masyarakat Tana Luwu ke depan.

“Tudang Ade’ adalah cermin bahwa setiap kebijakan haruslah berakar pada musyawarah dan kearifan lokal. Kehadiran para pimpinan daerah di Istana hari ini menegaskan bahwa kita semua satu darah dan satu tujuan,” ungkap salah satu tokoh adat di sela acara.

Rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada 23 Januari mendatang dengan upacara peringatan HPRL dan penganugerahan budaya yang rencananya akan dipusatkan di halaman Istana Kedatuan Luwu. **rep***

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait