PINRANG, metro-pendidikan.com – Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) terus mendorong keterlibatan langsung petani dalam pengelolaan jaringan irigasi. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan kelembagaan pengelolaan irigasi bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), yang digelar pada Senin (5/10).
Kegiatan ini sekaligus mencakup pembentukan dan pemberdayaan P3A maupun GP3A, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola, memanfaatkan, serta menjaga jaringan irigasi yang menjadi penopang utama produktivitas pertanian di wilayah ini.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, menegaskan bahwa keberadaan P3A dan GP3A memegang peran sentral guna menjamin pemanfaatan air irigasi berjalan adil, teratur, dan berkelanjutan.

“Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, melainkan wajib memiliki kemampuan dan kelembagaan yang kuat untuk turut menjaga serta memelihara jaringan irigasi agar berfungsi secara optimal,” ujar Bachrumsyah.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pemerintah ingin memberdayakan petani pemakai air agar bersama-sama memanfaatkan dan merawat jaringan irigasi dengan semangat gotong royong, sehingga manfaatnya dapat dirasakan sepenuhnya bagi lahan pertanian warga.
Penguatan kelembagaan ini dinilai semakin mendesak di tengah musim kemarau panjang yang turut memengaruhi ketersediaan dan distribusi air irigasi. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan yang lebih terkoordinasi agar pemanfaatan air dapat dilakukan secara adil dan tepat sasaran.
Dengan keaktifan P3A dan GP3A, berbagai persoalan terkait pembagian air maupun kerusakan saluran diharapkan dapat diselesaikan secara mandiri dan cepat. Kelembagaan ini juga diharapkan mampu mencegah gangguan yang dapat menghambat aliran air menuju areal pertanian.
Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan pemberdayaan ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, melainkan ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif para petani dalam menjaga sumber daya air demi keberlanjutan sektor pertanian. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan menjaga produktivitas lahan tetap terjaga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya saat menghadapi perubahan musim dan keterbatasan pasokan air.**
Laporan : (Yunus)






