Palopo.metro-pendidikan.com. Aroma tak sedap mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan peredaran narkoba di Kota Palopo kini memasuki babak baru. Tim Pengamanan Internal (Paminal) Propam Polda Sulawesi Selatan resmi turun tangan melakukan pengembangan dan penyelidikan mendalam.
Langkah cepat Polda Sulsel ini dipicu oleh “nyanyian” lantang aktivis PMII, Fahrul alias Poyo, saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mako Polres Palopo dan Kantor BNNK beberapa waktu lalu. Dalam orasinya, Poyo secara spesifik menyebut adanya dugaan keterlibatan dua oknum anggota Polres Palopo dan satu oknum anggota BNNK yang menjadi “benteng” bagi para bandar.
Peran para oknum ini diduga sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis haram tersebut. Mereka disinyalir bertugas memberikan informasi bocoran kepada bandar narkoba sesaat sebelum tim operasi melakukan penangkapan.
Akibatnya, target operasi seringkali berhasil menghilang atau menghentikan aktivitasnya tepat waktu. Poyo mengaku dirinya telah menjalani pemeriksaan maraton oleh pihak kepolisian untuk mengklarifikasi pernyataannya tersebut.
“Sudah dua hari saya dimintai keterangan sama Paminal Polda soal itu. Mau ka istirahat dulu sebentar, karena Paminal Polres Palopo juga mau minta keterangan dari saya nanti,” ungkap Poyo, Kamis (16/4/2026), seperti dikutip palopo pos.
Menanggapi bola panas ini, Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma menegaskan komitmennya dalam pemberantasan narkoba, termasuk jika harus melakukan “bersih-bersih” di internal sendiri.
Ia memastikan tidak akan ada kompromi bagi anggota yang terbukti melanggar kode etik maupun pidana. “Ya nanti menunggu hasil dari Paminal Polda, kalau terbukti pasti ada sanksi tegas,” tulis AKBP Dedi Surya Dharma.
Kini publik di Kota Palopoi, menunggu keberanian pihak kepolisian untuk mengungkap kebenaran dari tudingan tersebut. Jika terbukti, kasus ini akan menjadi ujian berat bagi integritas penegakan hukum di Kota Palopo. **ril***
Laporan : Arifin






