Luwu Utara-metro-pendidikan.com. Penamatan santri Ponpes DDI Masamba yang berlangsung Rabu (28/5/2024), tampak para orang tua santri tak kuasa menahan tetesan air. Rasa haru itu, juga merembes ke 81 siswa yang akan tamat pada tahun 2024 ini serta tamu undangan lainnya.
Dari 81 siswa yang mengikuti acara penamatan, 40 siswa diantaranya tingkat madrasah tsanawiyah dan 41 siswa tingkat madrasah aliyah.
Kegiatan ini dihadiri beberapa pejabat pemerintah kabupaten, Ketua Baznas Kabupaten Luwu Utara, Kabag Kesra Setkab Luwu Utara, unsur Forkopimcan Masamba, Babinsa Kelurahan Bone, tokoh agama, tokoh dan masyarakat, kepala madrasah dan para orang tua santri Ponpes DDI Masamba.
Ketua Yayasan Ponpes DDI Masamba, Ir Ahmad Syafei dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah memberikan kepercayaan kepada pihak madrasah untuk mendidik anak-anaknya.
.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang memberikan beberapa fasilitas bangunan”, ujar Ir Ahmad Syafei.
Tidak hanya itu, lanjut dia, kita juga disuguhkan dengan momen haru dari orang tua yang sebagian meneteskan air mata menyaksikan anaknya yang telah tamat. “Momen haru yang membahagiakan untuk kita semua terkait penamatan anak-anak kita merupakan rasa syukur dan kita semua keluarga Ponpes DDI Masamba”, ungkap Ketua Yayasan Ir. Ahmad Syafei.
Selanjutnya sambutan kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara Drs. H. Nurul Haq, MH yang juga merupakan pengurus DDI dengan kapasitas sebagai ketua Umum. Dalam sambutanya, ia memberikan apresiasi atau dorongan serta support kepada para santri yang telah tamat tahun ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Luwu Utara Drs. H Zaenal Wahab, M.M yang mewakili Bupati Luwu Utara. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara patut memberikan apresiasi kepada pimpinan pondok, bapak/ibu guru, para orang tua santri atas kerjasamanya yang baik selama ini. Sehingga kegiatan pengamatan siswa tersebut sangat memberikan inspirasi kepada kita semua yang hadir dalam kegiatan tersebut”, ujar Zaenal Wahab.
Setelah sambutan, tampak para santri atau siswa-siswi menghampiri para orang tua mereka dengan memberikan setangkai bunga, setelah prosesi penamatan dengan memeluknya. Sehingga mengudang suasana haru hingga seluruh tamu undangan ikut larut meneteskan air mata sebagai refleksi dari rasa syukur dan bahagia.**
Laporan : Hasdir/Alihidayat.






