Kepala Kemenag HM Rusydi Hasyim Hadiri Rapat Koordinasi KKMTs Luwu Utara, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Madrasah

Luwu Utara.metro-pendidikan.com. Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Luwu Utara digelar di MTs Misbahul Ulum Wonokerto Kecamatan Sukamaju Selatan, berlangsung pada Rabu 29 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Luwu Utara,, Dr HM Rusydi Hasyim, M.Ag sekaligus membuka rakor tersebut.

Sekertaris MK2M Kabupaten. Luwu Utara, Nuriadin, S.Pd.I mengatakan bahwa rapat kali ini membahas tentang evaluasi kinerja Kepala Madrasyah dan persiapan Ujian Semester bulan november 2025.

Hadir pula Kepala Pengawas MTs, Hamzah, S.Ag, Kepala MTsN Luwu Utara /Ketua MK2M, Dra Hj. Nurpah, M.MPd, Kepala MTs Baburrahman Sekertaris MK2M, Nuriadin, S.Pd I dan para Kepala Madrasyah Se Kabupaten Luwu Utara.

Terkait soal evaluasi kinerja Kepala Madrasyah, Ketua MK2M Luwu Utara, Dra Hj Nurpah memberikan teguran keras Kepala MTs Muhammadiyah Balebo soal disiplin siswa diduga masih rendah.

Diketahui terdapat salah satu siswa yang malas masuk sekolah. Karena itu, Hj Nurfah minta agar mendapat perhatian serius oleh pihak sekolah. “Salah satunya adalah memberi saran kepada orang tua siswa untuk pindah ke sekolah lain. Hal ini kami sarankan ke pengawas madrasah supaya ada respon dan juga agar siswa tidak putus sekolah”, ujar Hj Nurfah sembari memberi solusi.

Sementara pengawas Hamzah mengatakan, bahwa kasusnya MTs Muhammadiyah itu soal biasa, sebab menurutnya, semua sekolah MTs ada kasusnya sama seperti itu, ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sekolah madrasah itu ada aturan, itu kemudian berjalan setelah ditandatangani pimpinan dan ketika masuk kurikulum, ada aturan yang harus diikuti”, ujar Hamzah.

Dikatakan, paling banyak masalah adalah masalah kedisiplinan katanya, Salah satunya yakni tentang kedisiplinan siswa dan guru, ada guru yang jarang masuk, sehingga perlu untuk disampaikan bahwa jangan terlalu banyak ijin, seperti halnya ada pesta ijin, ada kematian ijin, ada yang sakit ijin.

Terhadap hal itu, Hamzah menyarangkan agar kalau bisa nanti selesai mengajar dan atau jika ada waktu luang usai mengajar hal itu baru bisa dilakukan ijin menghadiri acara tersebut sebab jika tidak, biasanya guru hanya 1 atau 2 orang saja yang ada di sekolah pada saat jam mengajar.

“Kejadian ini perlu disampaikan untuk di perhatikan tentang kedisiplinannya”, kata Hamzah.

Tidak hanya itu, dia juga menekankan perlunya pihak sekolah membuat aturan bahwa salah satu yang membuat orang tua siswa menarik untuk memasukkan anaknya di sekolah itu adalah siap menegakkan kedisiplinan.

“Kapan sekolah itu disiplinnya kurang, maka sekolah itu tidak akan menarik dan tidak akan diminati oleh masyarakat”, tukas Hamzah.

Salah contoh adalah SMP 1 Masamba, sebut Hamzah, setiap datang siswanya dijemput dan guru berbaris di depan pintu masuk dan salim. Aksi itu bukan hanya waktu tertentu saja, akan tetapi itu dilakukan setiap hari, itu disiplin betul.

“Jika ingin menarik minat masyarakat (orang tua siswa) maka yang terutama harus dilakukan adalah disiplin dulu, terutama guru, sebab bagaimana siswa bisa disiplin kalau gurunya tidak disiplin”, tambah Hamzah.

Sementara Kepala Kemenag Luwu Utara, Dr HM Rusydi Hasyim, M.Ag dalam kesempatan itu mengatakan, khusus kepala sekolah yang kurang menegakkan disiplin kepada siswa, sebut saja yang Muhammadiyah Balebo Masamba tidak usah terlalu tegang dan santai saja. Sebab nanti semua itu juga akan berulang dan jika sudah cukup satu tahun akan kembali lagi sama seperti itu, hanya yang diharapkan ada perubahan ke yang lebih baik”, demikian Kepala Kemenag Maros.

Selain itu mantan Kepala Kemenag Kota Palopo itu, juga menyampaikan hasil pikirannya untuk menjadikan MTs Sukaraya Negeri atau kampus dua MTsN Luwu Utara.

“Pernah saya berfikir bagaimana kalau sekolah yang dipimpin oleh Ibu Nursyamsiah (MTs Sukaraya) dijadikan kampus II MTsN Luwu Utara, akan tetapi konsekwensinya adalah yayasan harus dilepas kemudian kepala sekolah hanya ada di induk, yang ada hanya wakil akan tetapi keuntungannya ia negeri”, jelas Rusydi Hasyim.

Bukan hanya itu Kepala Kemenag Luwu Utara yang dikenal baik dan perhatian ini berharap agar seluruh guru madrasyah yang ada di luwu utara ini bisa mendapatkan haknya dan bisa sejahtera. HM Rusydi Hasyim juga meminta kepada para kepala madrasyah untuk membuat proposal bantuan pembangunan fisik kemudian diserahkan kepada Kasi Sarpras Kemenag Luwu Utara.

Ia juga berpesan agar sertifikatnya terlebih dahulu dilengkapi, agar bantuan itu nantinya tidak terhambat. Sama halnya bantuan yang didapatkan oleh Madrasah DDI Masamba sebesar 2 M, akan tetapi sampai saat ini belum terealisasi akibat kepengurusan sertifikatnya belum selesai.

Usai rakor MK2M, Kepala MTs Misbahul Ulum, Hj. Nursari, S.Ag., M.Pd.I mengajak wartawan Metro Pendidikan Nasional untuk jalan jalan dan berkeliling menyaksikan sejumlah bangunan yang telah rampung diselesaikan dibangun dalam waktu kurung 3 atau 4 tahun terakhir ini. Peningkatan atau kemajuan yang sangat pesat dan luar biasa dibawah kepemimpinan Hj Nursari, S.Ag., M.Pd.I. ***

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait