Kepala BKKBN Pusat Puji Pemkot Palopo Capai Data E-PPGBM 1,89 Persen, Kalahkan Kota Besar Di Indonesia

Palopo-metro-pendidikan.com. Kepala BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Pusa Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyampaikan apresiasi dan pujian Pemerintah Kota Palopo sangat fantastis capaian data E-PPGBM yang by name by address hanya 1,98 persen mengalahkan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

“Baru kali ini di Kota Palopo anak teridentifikasi stunting dibagi habis kepada TNI, Polri, Perguruan Tinggi, Perangkat Daerah sebagai bapak dan Bunda asuh. Gotong royong adalah kekuatan yang besar. dari 228 kasus tersisa 78 kasus stunting,” ungkap Hasto Wardoyo dalam kunjungan kerjanya menghadiri Kick Off Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di dampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Palopo, Asrul Sani.

Terhadap capaian itu, menurut Hasto Wardoyo, sebuah hasil maksimal kerja semua pihak. yang sangat luar biasa. “Terima kasih kepada bapak Pj Wali Kota Palopo beserta jajaran atas kerja samanya dalam penurunan stunting,” kata Hasto Wardoyo.

Kegiatan pencegahan stunting secara serentak di Kota Palopo ini, dilaksanakan di Posyandu Nuri, Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara Utara, Selasa (11/6/2024).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan KB MKJP sekaligus pre service training bagi mahasiswa S1 Kebidanan.

Pada kesempatan ini, Sektretaris Kota Palopo, Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si selaku Ketua TPPS Kota Palopo melaporkan, pencegahan stunting telah menjadi agenda nasional.

“Sehingga kita berkewajiban untuk menyukseskan agenda ini. Untuk melaksanakan agenda tersebut beberapa langkah telah kami kerjakan, di antaranya kami telah mendata ibu hamil, calon pengantin dan balita dalam wilayah Kota Palopo,”jelas Firmanza DP.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah melaksanakan pendampingan terhadap ibu hamil dan balita di Posyandu. Termasuk melaksanakan penginputan hasil pencatatan ke aplikasi E-PPGBM pada hari pelaksanaan kegiatan dan melaksanakan monitoring pada saat pelaksanaan intervensi serentak.

Firmanza menambahkan, telah dialokasikan anggaran sebesar 33 miliar pada tahun anggaran 2024 yang tersebar di 12 perangkat daerah dalam lingkup Kota Palopo.

“Adapun capaian penurunan stunting di Kota Palopo pada tahun 2023 berdasarkan data SKI sebesar 25,5 persen, sedangkan untuk capaian E-PPGBM sebesar 1,98 persen atau sebanyak 228 kasus pada bulan Agustus 2023. Saat ini tercatat 78 kasus stunting dan rerjadi penurunan sebanyak 150 kasus stunting..

Sementara itu, Pj Wali Kota Palopo, Asrul Sani, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Kepala BKKBN RI di Kota Palopo.

“Percepatan penurunan stunting telah menjadi agenda nasional. Perlu diketahui bahwa data terakhir tersisa 78 kasus stunting di Kota Palopo, dan bahkan ada 12 kelurahan yang Zero Stunting,” kata Asrul Sani.

Progres ini, lanjut Asrul, berkat kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Semua ini dilakukan karena menyangkut nasib generasi bangsa Indonesia ke depan.

“Maka dari itu penurunan stunting merupakan program utama selain inflasi. Kami berharap ke depannya Kota Palopo dapat menzerokan stunting. Selaku Pemerintah Kota Palopo kami juga berharap bahwa bapak kepala BKKBN RI dapat selalu memberikan arahan dan bimbingan terkait dengan hal ini,” jelas Asrul Sani.

Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan secara simbolis PMT berbahan dasar lokal kepada ibu hamil, bayi dan balita serta pemberian plakat/cinderamata. Dilanjutkan Peninjauan pelayanan KB MKJP sekaligus Pre Service Training bagi mahasiswa S1 Kebidanan.

Turut hadir Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus BKKBN, PLH. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Unsur Forkopimda Kota Palopo, Pj Ketua PKK Kota Palopo, Rektor perguruan tinggi se-Kota Palopo.

Selain itu, hadir pula Kepala Perangkat Daerah Kota Palopo, Camat dan Lurah se-Kota Palopo, Tim Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, Kader Pemberdayaan Masyarakat, serta tamu undangan lainnya. **

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait