Luwu Utara.metro-pendidikan.com. Tidak punya rasa malu, makan gaji buta tanpa menjalankan tugas sebagai guru (mengajar), tapi menerima gaji setiap bulan. Isu tersebut dialamatkan kepada beberapa guru PPPK dan PNS di sejumlah sekolah di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, disinyalir mengabaikan tugas dan tanggung jawab sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 (e) PP No. 94 Tahun 2021.
Informasi yang dihimpun oleh awak media, di sejumlah sekolah baik tingkat SD dan tingkat SMP di Kecamatan Seko, memang ada beberapa PNS dan PPPK yang jarang hadir di sekolah tempatnya melaksanakan tugas.
Bahkan, menurut sumber yang dipercaya, ada guru yang kehadirannya hanya 2 minggu dalam 1 semester, malah ada yang dalam kurun waktu setahun tidak pernah hadir sama sekali.
Sebut saja, salah satunya di SMPN 8 Seko ada 3 orang guru berstatus PPPK yang tidak aktif sepenuhnya dalam mengemban tugas dan kewajiban, tapi mereka menerima gaji setiap bulan.
Hal ini dibenarkan oleh salah satu praktisi pendidikan di Kecamatan Seko kepada awak media. “Iya benar pak, di SMPN 8 Seko ada 3 orang, bahkan 4 orang yang memang jarang datang (ditempat mengajar). Kalau , datang, paling lama 2 minggu di awal semester, setelah itu, langsung turun (pulang kampung), nanti siswa mau ujian baru mereka datang lagi, bahkan ada yang sudah 1 tahun tidak datang melaksanakan tugas di sekolahnya, “ujar sumber tersebut yang menolak disebut namanya.
“Mereka semua terima gaji tambahan, sertifikasi dan tunjangan khusus daerah terpencil lanjutnya. Rekan-rekan gurunya (di sekolah) sering sekali di soroti warga karena mereka yang jarang datang, jadi orang lain yang berbuat orang yang aktif kena dampaknya,” tambah sumber yang berprofesi sebagai guru.
Senada dengan hal tersebut Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) SMPN 8 Seko, Yulita, S.Pd saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut.
“Iya pak benar, saya sudah sering hubungi melalui pesan WhatsApp dan bahkan saya kirimkan surat teguran untuk aktif melaksanakan tugas, namun tak diindahkan sehingga tak kunjung datang, “ungkap Yulita melalui pesan Whatsap nya kepada awak media ini. **
Laporan : Yosias






