Dinas Pendidikan Bone Uji Coba Pelaksanaan Muatan Lokal Pangan Lokal Di 18 SD Dan 15 SMP

Bone.metro-pendidikan.com. ICRAF Indonesia menggelar kegiatan riset-aksi Land4Lives bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal (mulok) pangan lokal untuk ketahanan iklim.

Mulok Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim akan diuji coba di 18 SD dan 15 SMP di Bone. Tim pengembang yang dibentuk oleh Disdik Bone telah merampungkan dokumen kurikulum, capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan contoh modul ajar untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah uji coba.

Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Pendidikan Bone dan Bappeda Bone menggandeng ICRAF memasukkan mata pelajaran tentang pangan lokal ke dalam kurikulum muatan lokal.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pj Sekkab Bone Andi Fajaruddin. Bahkan dia mengatakan, keputusan ini mencerminkan komitmen Kabupaten Bone untuk menjawab tantangan perubahan iklim melalui edukasi yang berbasis pada kearifan lokal.

Kurikulum mulok ini telah melalui proses panjang, dan memang perlu di terapkan ke generasi muda, sedini mungkin untuk mendukung adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

“Anak-anak kita nanti di didik untuk memanfaatkan potensi pangan lokal mulai dari sekolah. Sebagaimana program ketahan pangan merupakan program prioritas secara nasional,” beber Fajaruddin.

Sukses pelaksanaankKegiatan pangan lokal ini, didukung oleh World Agroforestry (ICRAF) melalui Sustainable Landscapes for Climate Resilient Livelihoods In Indonesia (Land4Lives), berlangsung di Hotel Helios Bone, Kota Watampone, Kamis (24/10/2024).

Tim pengembang kurikulum Mulok Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim telah dibentuk melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Tim pengembang diketuai oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Bone Nursalam, dan beranggotakan guru dari sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Bone.

Nursalam menjelaskan, kurikulum mulok tentang pangan lokal dikembangkan dalam rangka merespons kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pangan lokal dalam menghadapi perubahan iklim.

“Kurikulum Mulok ini diberi nama ketahanan pangan lokal diinisiasi oleh IQRAF dan merekrut para guru penggerak. Kurikulum ini perlu diuji coba pelaksanaannya untuk mengetahui kendala yang ditimbulkan.

Ada dua metode uji coba yang digunakan yakni intra kurikuler (dalam kelas ) dan dirancang pembelajaran pojek atau belajar sambil bermain (luar kelas). Tetapi tujuan yang sama untuk memberikan bekal terhadap anak-anak terkait perubahan iklim.

Sementara itu, Koordinator IQRAF Sulawesi Selatan, Muh Syahrir mengatakan, mendorong Pemerintah Kabupaten Bone punya komitmen dan kepedulian terhadap perubahan iklim saat ini. Hal mana salah satu dampak adanya akses ketahanan pangan yang berkurang.

Apalagi pihaknya mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone untuk memasukkan dalam mata pelajaran kurikulum mulok pangan lokal di tingkat SD dan SMP. “Agar segala dampak perubahan iklim dapat dilakukan mitigasi sedini mungkin,” tandas Syahrir.**

Laporan : A. Haris

Pos terkait