Dampak Hotel Platinum Palopo Dieksekusi, Kian Timbulkan Ketegangan Ratusan Polisi Disiagakan Tiga Sekolah Diliburkan

Palopo.metro-pendidikan.com.
Eksekusi pengosongan paksa properti megah “Hotel Platinum” tengah berlangsung, menyelimuti jantung Kota Palopo, Senin (8/12/2925) pagi. Kini pihak aparat memasang pagar kawat berdiri, ratusan polisi disiagakan dan tiga sekolah diliburkan mengantispasi aksi susulan warga setempat.

Eksekusi yang berlangsung di tengah pengamanan maksimal
kerumunan orang, sekadar warga penasaran, melainkan bagian dari skenario pengamanan yang dipersiapkan secara matang.

Pelaksana eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Palopo, atas dasar putusan hukum terkait proses lelang agunan. Sengketa lahan mlibatkan pihak pemilik hotel, H. Buya Andi Ikhsan/Hj. Nunu, dan Bank BNI terkait persoalan kredit dan lelang yang diklaim pemilik hotel sebagai “salah prosedur” dan tindakan “dizalimi”.

Pengerahan aparat sedikitnya 500 personel kepolisian dari Polres Palopo dan jajaran disiagakan di lokasi untuk memastikan proses eksekusi berjalan lancar dan mencegah konflik fisik.

Tampak mobil dan tamu terperangkap dalam areal hotel yang menjadi sengketa
Jika mobil-mobil tersebut adalah milik tamu (konsumen) yang menginap, ini berarti operasi eksekusi ini dilakukan saat hotel masih beroperasi, memunculkan kekhawatiran

Nasib tamu hotel yang terpaksa mengakhiri masa menginap mereka di tengah pengamanan ketat. Barang mereka dikeluarkan dan mobil milik tamu yang kini berada di balik pagar yang dipasang oleh pihak pelaksana eksekusi.

Tidak hanya itu, mobil-mobil tersebut adalah kendaraan operasional dari ratusan petugas keamanan yang terlibat, memperkuat kesan bahwa hotel tersebut kini sepenuhnya berada di bawah kendali pengamanan hukum.

Masih terkait dampak eksekusi, kini tiga sekolah diliburkan bahkan
ketegangan eksekusi berimbas pada lingkungan sekitar. Dinas Pendidikan Kota Palopo telah mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di sekitar lokasi, yaitu SDN 1 Lalebbata, SDN 12 Langkanae, dan SDN 48 Andi Patiware.

Peliburan ini menunjukkan seberapa serius potensi kericuhan yang diantisipasi oleh pihak keamanan, di mana keselamatan anak-anak didik menjadi prioritas utama.

Eksekusi ini menjadi babak krusial dari sengketa panjang di Palopo, mengubah wajah Hotel Platinum yang biasanya mewah menjadi titik fokus ketegangan hukum dan pengamanan maksimal di pagi hari.

Kini publik menanti perkembangan selanjutnya mengenai penyelesaian aset dan apakah proses ini akan memicu perlawanan hukum lanjutan dari pihak yang merasa dirugikan. **ril***

Laporan : Arifin Muha

Pos terkait