Luwu Utara.metro-pendidikan.com — Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIM DDI Masamba Angkatan XVIII tahun 2025 terbilang spesial dan istimewa dengan kehadiran Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara Ummung Kallang, S.Pd, M.Pd sebagai narasumber tamu Sabtu (01/11/2025) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Ummung Kallang membawakan materi bertajuk Keaswajaan dan Kepemimpinan Islami, yang memberikan inspirasi baru bagi para peserta dalam memahami nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Kehadiran anggota KPU Luwu Utara ini diharapkan membawa semangat baru dan motivasi tinggi bagi para peserta untuk menjadi pemimpin muda yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Komisioner KPU menekankan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hanya harus cerdas dan tegas, tetapi juga berpegang pada nilai-nilai keaswajaan, seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil). Nilai-nilai tersebut menjadi dasar penting dalam membangun karakter dan integritas seorang pemimpin muda di era modern.
“Keaswajaan mengajarkan kita untuk menjadi pemimpin yang adil, bijak, dan mampu menjaga keseimbangan dalam mengambil keputusan. Inilah nilai dasar yang harus tertanam dalam diri setiap calon pemimpin, termasuk di kalangan pelajar,” ujar Ummung Kallang.
Komisioner KPU juga menekankan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan partisipasi aktif dalam demokrasi sebagai fondasi kepemimpinan yang sehat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di aula Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah DDI Masamba ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang membahas nilai-nilai kepemimpinan serta proses demokrasi di lingkungan pelajar.
Kehadiran Komisioner KPU Kabupaten Luwu Utara ini menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan LDK Angkatan XVIII, tidak hanya membentuk karakter kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai demokrasi dan tanggung jawab sosial di kalangan pelajar. ***
Laporan : Hasdir Anwar






