Luwu Utara.metro-pendidikan.com. Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyambut baik aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Rakyat Luwu Utara ( AMAR Lutra ) di halaman Kantor Bupati Luwu Utara, Senin (24/03/2025).
Tak berselang kemudian setelah AMAR Lutra melakukan orasi menyampaikan tuntutannya, Andi Abdullah Rahim mengajak para demonstran untuk berdiskusi di Aula La Galigo kantor bupati Luwu Utara.
Ada lima poin tuntutan yang disuarakan oleh AMAR LUTRA, yaitu:
(1) Solusi terhadap permasalahan banjir di Luwu Utara; (2) Transparansi penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan alokasinya; (3) Kejelasan rehabilitasi Gedung Olahraga (GOR);
(4)Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan jasa umum di wilayah selatan; dan (5) Solusi terhadap permasalahan infrastruktur jalan di daerah tersebut.
Didampingi Sekkab Luwu Utara Jumal Jayair Lussa bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Luwu Utara, Andi Abdullah merespon dan mengapresiasi dengan baik tuntutan para demonstran tersebut.
Malah dia memaparkan progres yang sedang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Luwu Utara terkait penanganan masalah banjir yang sedang terjadi di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Kecamatan Baebunta Selatan.
“Persoalan banjir ini sudah berlarut, dalam kurun waktu 20 hari kerja sebagai Bupati dan Wakil Bupati, kami sudah lakukan mitigasi awal ke tempat tanggul yang bobol, tanggul sementara yang dibangun oleh Bala,” ungkapnya.
Untuk mengurangi debit air sungai Baliase yang masuk ke sungai Masamba, sebut Andi Abdullah, pihaknya sudah gelontorkan dana untuk OP PU menangani hal tersebut. Sekarang excavator sudah berjalan 2 unit dan rencana akan tambah 4 unit excavator lagi akan menanggul di Sungai Polewali dan selanjutnya akan bergeser ke Sungai Masamba karena keterbatasan alat.
“Kemarin saya sudah menghubungi Menteri PU, saya juga sudah komunikasikan dengan presiden langsung dan beliau sudah berjanji akan membantu pengerukan, saya juga sudah berkomunikasi dengan Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras meminta 10 pcs Jumbo Bag untuk tanggul sementara, “ungkap Andi Abdullah dengan nada meyakinkan
Dikatakan, untuk tanggul permanen anggarannya 45 milyar, tapi hanya untuk menanggul itu saja. Masalahnya Sungai Baliase Masamba dan Sungai Rongkong sudah lama sekali terjadi sedimentasi dan pendangkalan
Begitu turun hujan, walau pun tidak deras, pasti terjadi banjir sehingga perlu memang dilakukan pengerukan.
Masih terkait pengerukan ini, sambung Andi Abdullah, dilakukan 3 langkah. Pertama menggunakan alat berat (excavator) dan itu sudah jalan.
Kedua, pihaknya mau berkolaborasi dengan semua desa-desa yang ada di sepanjang aliran sungai dalam wilayah Luwu Utara i untuk melakukan pengerukan menggunakan alkon karena bisa menarik sedimen dari tengah.
“Cuma ada masalah di situ terkait tambang galian C, namun saya sudah komunikasikan, saya datangi Kapolres, saya datangi Kajari berdiskusi tentang ini, agar pengerukan sungai ini di bolehkan,” tambahnya.
Ketiga, Pemkab Luwu Utara sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sulsel dan beliau menyarankan agar berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Selatan untuk meminta kapal pengeruk yang ada di Perusda Kalsel.
“Alhamdulillah pak Gubernur Kalimantan Selatan mau membantu, alat itu kita akan pakai mengeruk mulai dari muara,” katanya.
Tahun ini juga, Pemkab Luwu Utara akan mengadakan pembelian excavator ampibi khusus mengeruk bantaran sungai. ‘Nanti setiap tahun kita hanya kasi biaya OP untuk mengeruk sungai saja sambil kita dibantu kapal pengeruk dari Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan ini semua berjalan untuk menangani kondisi banjir yang ada,” tandas Bupati Luwu Utara ini.
Selain itu, lanjut Andi Abdullah, tidak kalah pentingnya adalah memastikan warga agar tetap bisa makan karena sudah sumber penghasilan kian berkurang. Kalau perlu, anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) itu diberikan kepada warga yeng sulit mendapatkan sumber pendapatan akibat dampak banjir yang berkepanjangan.
Syukurlah, pihak bank juga turut campur tangan dalam bentuk paket. Bukan hanya makanan, juga ada tempat tidur berupa kasur. Apalagi, mereka sudah tidur di atas air telah berlangsung sejak lama.
“Kasurnya pasti sudah tidak layak, kita kasi pakaian layak, selimut distribusinya di lakukan oleh Dinas Sosial, Tagana dan beberapa lembaga lain yang berpartisipasi,” ujarnya dengan nada prihatin
Masalah anggaran, menurut dia, pihaknya sudah transparan, tidak ada yang bisa disembunyikan dan semua transparan semua penggunaannya
“Apa yang saya sampaikan tentang utang 263 milyar itu resiko dari BPK , tapi belum menjadi hasil audit yang resmi. Itu baru sebagai laporan awal per 31 Desember 2024, itulah jumlah utang daerah kita yang mungkin sudah berkurang, karena di bulan Januari sampai Maret ini sudah ada pembayaran utang, itu petunjuk BPK, utang harus dibayarkan.
Nanti laporan resminya akan di sampaikan dari BPK setelah hasil auditnya berakhir di bulan April, setelah hasil audit keluar disitu bisa dilihat semua, mana yang lakukan ini, penyelewengan anggaran disitu akan kelihatan semua.
Tidak ada yang bisa ditutup-tutupi sekarang, aparat bisa lihat, LSM bisa minta, silahkan minta ke BPK, bersurat saja ke BPK sebagai lembaga yang berwenang.
Nah inilah yang berimplikasi ke THR, katanya THR tidak akan dibayarkan, inikan belum lembaran, nanti tanggal 31, kalau lewat tanggal tersebut, itu baru bisa ada pertanyaan kenapa THR tidak di bayarkan
Menanggapi pernyataan Wakil Bupati Luwu Utara yang menjelaskan tentang kondisi, kalau tidak teratasi memang ini bisa jadi pembayarannya itu setelah lebaran, karena di mungkinkan secara aturan, THR itu dibayarkan 15 hari sebelum lebaran atau 15 hari setelah lebaran
Hanya masalahnya, kata Andi Abdullah, bukan lagi namanya THR apabila sudah lewat hari lebaran. “Kami sebenarnya menekan bahwa begitu THR ini dibayarkan, yang paling penting sebenarnya adalah uang ini tidak keluar dari Luwu Utara, karena ini uangnya Luwu Utara,” pungkasnya.
Jadi pembayaran THR ini, menurut Andi Abdullah, merupakan beban yang harus segera selesaikan sebelum hari lebaran ini. Yang pasti, Pemkab Luwu Utara sudah hitung semua jumlahnya kerjasama kepala Dinas dengan pihak perbaikan totalnya 32,5 milyar.
“Sudah ada titik terang, ya doakan supaya tidak lewat tanggal 27, karena kalau lewat tanggal 27 berarti dibayar setelah lebaran, uangnya ada tapi transferannya terlambat. Jadi THR ini kita menunggu transferan dana pusat, hari ini laporannya sudah masuk ke pusat, mudah-mudahan bisa selesai tanggal 27,” jelasnya.
Terkait masalah GOR ini, Andi Abdullah optimis akan fungsikan di pekan pra Porda. Meski ada sedikit rehab tahun ini termasuk jalan juga dikerjakan oleh Dinas PU Luwu Utara. **
Laporan : Yosias Tombella






