Akibat Badan Jembatan Belokallong Jeneponto Sempit, Picu Kemacetan Panjang dan Arus Lalulintas Lumpuh

Jeneponto.metro-pendidikan.com. Kemacetan panjang kembali terjadi di Jembatan Belokallong, Jeneponto pada pagi Kamis, 5 Februari 2026 dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur jalan nasional tersebut. Bahkan, warga berharap kepada pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah Sulsel dapat memperluas badan jalan tersebut untuk mengurai arus kemacetan setiap pagi. .

Puncak kemacetan arus lalulintas mulai pukul 06.30 WITA, dipicu oleh satu unit truk bermuatan yang mengalami kerusakan ban di badan jalan sebelum jembatan, ditambah tingginya volume kendaraan antarprovinsi yang melintas di Jembatan Belokallong. Situasi semakin memburuk pada pukul 07.30 hingga 08.30 WITA, bertepatan dengan jam sibuk masyarakat berangkat kerja dan sekolah dan pegawai negeri sipil.

Salah seorang pengguna jalan, Sunarto Adimaja, mengeluhkan kondisi Jembatan Belokallong yang dinilainya sudah tidak sebanding dengan volume kendaraan harian.

“Ini jalan nasional dan satu-satunya penghubung ke wilayah lain di kawasan selatan Sulsel. Jembatannya sempit. Kalau ada satu kendaraan saja bermasalah, seperti truk mogok tadi pagi, pasti langsung macet panjang,” ujarnya.

Menurut Sunarto, kemacetan di pagi hari sangat berdampak pada aktivitas warga.
“Pagi itu jam sibuk. Orang mau kerja, mau sekolah, tapi waktu habis di jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Jeneponto, Bimantara Wahyudi, SSTP, MM, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.
“Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 06.30 WITA dan puncaknya pada pukul 07.30 sampai 08.30 WITA. Kami lakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalur,” jelasnya.

Namun demikian, Bimantara mengakui bahwa kondisi jembatan dan ruas jalan yang sempit menjadi kendala utama dalam penanganan cepat.

“Jembatan Belokallong hanya memungkinkan satu jalur. Jika ada kendaraan mengalami gangguan sebelum atau sesudah jembatan, hampir bisa dipastikan arus lalu lintas langsung tersendat,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa antrean kendaraan datang dari tiga arah, yakni dari Taman Turatea, Jeneponto Lama, dan jalan poros Lanto–Pasewang.

Setelah pengaturan intensif, arus lalu lintas baru dapat terurai sepenuhnya sekitar pukul 11.30 WITA.

Sebagai informasi, Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM sebelumnya telah mengusulkan pembangunan jembatan kembar di Belokallong serta pelebaran jalan nasional yang melintasi Kabupaten Jeneponto kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan.

“Diharapkan dapat segera direalisasikan, mengingat jalur ini merupakan urat nadi perekonomian kawasan selatan Sulawesi Selatan dan memiliki volume lalu lintas yang terus meningkat”, ujarnya.

Warga berharap kejadian kemacetan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, melalui kajian teknis dan perencanaan peningkatan kapasitas infrastruktur, demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan ke depan. **ril***

Laporan : Awal Adryan

Pos terkait