Palopo.metro-pendidikan.com. Slogan “Palopo Baru” kini tengah diuji oleh tumpukan sampah yang tak kunjung teratasi.
Meski Pemerintah Kota Palopo baru saja ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) merespon secara presisi belum juga terlihat efektif berlaku di lapangan.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari sejumlah warga Kota Palopo. Melalui media sosial, tokoh masyarakat mulai menyuarakan keluhan terkait bau busuk dan pemandangan sampah yang berserakan.
Salah satu kritik tajam datang dari Maksum Runi, pemuka masyarakat di daerah Benteng.
Ia mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya respon dinas terkait.
Menurutnya, pembiaran sampah hingga berhari-hari seperti yang terjadi saat ini merupakan preseden buruk yang jarang terjadi sebelumnya.
“Baru kali ini sampah dibiarkan membusuk dan abai diangkut hingga berhari-hari. Inikah Palopo Baru?” tulis Maksum Runi secara terbuka, menyindir arah kebijakan pemerintah saat ini.
Kritik tersebut mencerminkan keresahan kolektif warga yang merasa hasil rapat koordinasi di tingkat atas tidak sinkron dengan aksi nyata di lapangan.
Selain itu kritik juga di sampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat di kelurahan lagaligo kecamatan wara, terkait masalah penanganan sampah di TPS 3 R yang terkadang sampai satu minggu sampahnya tidak diangkut.
Warga berharap, penanganan sampah tidak hanya berhenti di meja rapat, tetapi dieksekusi dengan armada dan jadwal pengangkutan yang jelas guna menghindari dampak kesehatan dan estetika kota. **ril***
Laporan : Arifin Muha






