Luwu Utara.metro-pendidikan.com. AKBP Nugraha Pamungkas, SIK, MH, satu diantara Kapolres bahkan pertama di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang melaksanakan Safari Ramadhan Kamtibmas dengan menyambangi masjid di pelosok dalam wilayah Kabupaten Luwu Utara. Muaranya adalah menghadirkan Polri ditengah masyarakat dengan rasa aman.
Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas beserta rombongan, selain berkunjung ke masjid-masjid, juga berbuka puasa bersama jamaah masjid (masyarakat). Bahkan, ia tak tanggung menyasar wilayah terpencil dengan kondisi dan akses jalan yang terbatas.
Hari pertama ramadhan, AKBP Nugraha Pamungkas menyempatkan bertatap muka dengan masyarakat muslim yang ada di Dusun Uja, Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Senin (23/2/2026). Disusul hari kedua di Dusun Benteng, Desa Sassa, kecamatan Baebunta dan hari ketiga di Dusun Salupaku, Desa Tandung, Kecamatan Sabbang.
Tidak hanya sekedar buka puasa bersama, perwira dua melati itu juga memberikan bantuan berupa peralatan masjid seperti karpet sajadah dan al-qur’an dan santunan kepada imam masjid. Bantuan itu, harapkan dapat dipergunakan oleh jamaah masjid setempat.
“Tahun ini kami dari Polres Luwu Utara sengaja melaksanakan safari ramadhan kamtibmas dengan mengambil lokasi mesjid yang jarang tersentuh. Tujuannya adalah menghadirkan Polri di tengah masyarakat bersilaturahmi berbagi dan memberikan jaminan rasa aman”, jelas AKBP Nugraha Pamungkas.
Sementara itu, Muh Rezki, salah seorang pemuda di Dusun Salupaku, Desa Tandung (Sabbang) mengaku jika AKBP Nugraha Pamungkas menjadi Kapolres pertama di Luwu Utara yang berkunjung sejak Salupaku terbentuk menjadi dusun dalam wilayah Desa Tandung.
“Ya, pak Nugraha Pamungkas adalah Kapolres Luwu Utara pertama kali yang masuk ke Dusun Salupaku naik motor sendiri”, ucapnya.
Safari Ramadhan Kamtibmas yang digagas AKBP Nugraha Pamungkas dan menjadi momen pertama dalam menjalani ibadah puasa di Bumi Lamaranginang sejak menjabat sebagai Kapolres Luwu Utara.
Meski harus melintasi medan yang tak mulus dengan mengendarai sendiri kendaraan roda dua miliknya. Dia hanya menegaskan jika masyarakat yang berada di wilayah terpencil sekalipun wajib merasakan kehadiran negara dan Polri di tengah tengah masyarakat. **
Laporan : Yosias Tombella






